Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Tradisi Selapanan Bayi: Saat si Kecil Menginjak Usia 35 Hari

Miko • Rabu, 14 Mei 2025 | 04:05 WIB
Ilustrasi selapanan bayi.
Ilustrasi selapanan bayi.

JP Radar Nganjuk -  Dalam budaya Jawa, kelahiran seorang bayi bukan hanya momen bahagia bagi keluarga, tapi juga jadi waktu yang penuh makna.

Salah satunya ditandai dengan tradisi selapanan bayi - ritual khusus yang dilakukan saat bayi genap berusia 35 hari.

Angka 35 ini bukan angka sembarangan. Dalam kalender Jawa, 35 hari disebut "selapan", yakni satu putaran lengkap dari lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dan tujuh hari dalam seminggu.

Nah, saat inilah bayi dianggap sudah menyatu dengan dunia barunya.

Baca Juga: Sepasaran Bayi: Tradisi Jawa yang Sarat Makna

Bukan sekadar adat turun-temurun, selapanan punya filosofi mendalam. Tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan atas keselamatan ibu dan bayi.

Selain itu, juga sebagai doa agar si kecil tumbuh sehat, dijauhkan dari gangguan, serta menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.

Di balik upacara ini juga tersimpan nilai sosial: mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Cemeti Janur Kuning Jerat Genderuwo Latarbelakangi Cerita Rakyat Tari Dongkrek

Apa Saja Rangkaian Acara Selapanan?

Setiap daerah atau keluarga bisa punya variasi sendiri. Tapi secara umum, inilah rangkaian tradisi yang lazim dilakukan:

  1. Siraman Bayi
    Bayi dimandikan dengan air kembang (biasanya campuran bunga mawar, melati, kenanga) sebagai simbol penyucian.

  2. Potong Rambut Pertama
    Rambut bayi yang dianggap masih membawa ‘sukerta’ atau energi dari masa dalam kandungan dipotong tipis. Biasanya disimpan atau dilarung (dihanyutkan ke sungai/laut).

  3. Pemberian Nama (kalau belum dilakukan)
    Meski sebagian bayi sudah diberi nama sejak lahir, ada juga yang menunggu momen selapanan untuk mengumumkan nama secara resmi.

  4. Doa Bersama
    Diadakan pengajian (untuk keluarga Muslim) atau doa bersama sebagai wujud permohonan keselamatan dan keberkahan.

  5. Pembagian Berkat atau Nasi Berkat
    Keluarga menyiapkan nasi berkat lengkap dengan lauk pauk untuk dibagikan ke tetangga, kerabat, dan anak-anak kecil. Bentuk syukur sekaligus sedekah.

Perlengkapan Wajib dalam Selapanan

Nggak lengkap rasanya kalau selapanan tanpa sajian khas. Ini beberapa yang biasanya disiapkan:

  1. Tumpeng mini: Simbol permohonan dan harapan.
  2. Jenang abang-putih (merah-putih): Melambangkan kehidupan dan kesucian.
  3. Ayam ingkung: Ayam utuh yang dimasak dan dipersembahkan sebagai bentuk kerendahan hati kepada Tuhan.
  4. Bubur 7 warna: Kadang dibuat untuk menolak bala.
  5. Uang receh dan beras kuning: Dibagikan ke anak-anak sebagai lambang rezeki.

 

Meski zaman makin modern, selapanan tetap bertahan. Banyak orang tua muda kini memilih merayakannya secara sederhana, tapi tetap sarat makna.

Nggak perlu mewah - yang penting niat dan doa tulus untuk si buah hati.

Jadi, buat kamu yang baru jadi orang tua atau akan segera menyambut kelahiran bayi, nggak ada salahnya lho menghidupkan kembali tradisi ini.

Selain menjaga budaya, selapanan juga bisa jadi cara cantik untuk merayakan perjalanan awal si kecil di dunia.

Editor : Miko
#weton #syukur #jawa #doa #bayi #tradisi #Selapanan