Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Cerita Petani Tangkap Celeng Terdapat dalam  Tari Gandhong yang Terbagi Empat Fragmen

Endro Purwito • Kamis, 15 Mei 2025 | 05:30 WIB

Tari Gandhong
Tari Gandhong

JP Radar Nganjuk - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memiliki seni tarian khas yang unik. Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama Tari Gandhong.

Tidak seperti suatu tarian yang menceritakan satu cerita tertentu. Namun tarian ini mengangkat empat subtema yang memiliki cerita masing-masing. 

Tari Gandhong terdiri dari empat fragmen atau subtema. Yakni tari sarak, tari tani makaryo, tari celeng, dan tari onggotruno. Tiap fragmen mengangkat tema cerita yang berbeda.

Bahkan, dalam fragmen-fragmen tersebut terdapat pembukaan dan penutup tari.

Ketika satu fragmen telah selesai, berikutnya diselingi dengan lagu tertentu sebelum disambung ke fragmen atau subtema selanjutnya.

Berdasarkan artikel Femilia Kristian Arum Sari dan Setyo Yanuartuti berjudul Kajian Struktur Pertunjukan Tari Gandhong di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, subtema pertama adalah Tari Sarak.

Tari ini mengisahkan tentang petani yang bergotong royong membangun desa. Gerak tari diawali dengan para petani yang berangkat bersama-sama untuk membangun desa.

Mereka berangkat dengan bahagia. Bagian inti tari menceritakan tentang petani yang mulai membangun desa dan membuka lahan pertanian.

Tari Sarak diakhiri dengan petani yang bersuka ria karena telah selesai membangun desa lalu pulang bersama-sama. Fragmen ini ditarikan 8 penari perempuan dan laki-laki. Durasinya sekitar 7 menit.

Baca Juga: Cemeti Janur Kuning Jerat Genderuwo Latarbelakangi Cerita Rakyat Tari Dongkrek

Kemudian, subtema kedua adalah Tari Tani Makaryo. Tarian menceritakan petani yang mengolah sawah. Diawali adegan petani berangkat ke sawah membawa peralatan cangkul, timba, dan caping.

Adegan berlanjut petani bekerja di sawah.

Gerakannya secara kronologis, mulai dari membuka lahan, menabur benih, dan diakhiri dengan pulang membawa hasil panen.

Ada 7 penari laki-laki dan perempuan dengan durasi kurang lebih 7 menit.

Fragmen ketiga Tari Celeng yang menceritakan datangnya celeng (babi hutan) dari pegunungan. Hama ini turun merusak tanaman. Namun, aksi mereka diketahui warga. Celeng-celeng akhirnya ketakutan dan memilih berkumpul karena kebingungan.

Khusus subtema ini tidak memiliki bagian penutup karena langsung disambung dengan subtema selanjutnya. Subtema ini ditarikan oleh 5 penari laki-laki.

Fragmen keempat adalah Tari Onggotruno. Tari ini diawali dengan warga yang berangkat  menangkap celeng. Mereka membawa alu serta tombak. Para penari mengelilingi celeng-celeng tersebut dan menakut-nakutinya dengan alu dan tombak.

Namun penangkapan ternyata tidak mudah. Celeng-celeng tersebut sempat melawan. Warga pun melawan balik. Akhirnya, beberapa celeng berhasil ditangkap. Tari diakhiri dengan adegan warga yang pulang dengan puas hati. Subtema tari ini ditarikan oleh 8 penari laki-laki.

Tari Onggotruno merupakan fragmen atau subtema terakhir dari tari gandhong.

 

Editor : Elna Malika
#Gerak #trenggalek #Cerita #subtema #CELENG #penari #radar nganjuk berita hari ini #Bergotong Royong #tari #petani #makaryo #Membangun desa #fragmen #gandong