Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kembalikan Dewi Sri dan Dewa Sadana dengan Tari Tradisi Loro Blonyo

Endro Purwito • Kamis, 15 Mei 2025 | 04:30 WIB
Tari Tradisi Loro Blonyo
Tari Tradisi Loro Blonyo

JP Radar Nganjuk – Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memiliki kesenian tradisional yang menarik. Berada sekitar 14 kilometer di  Timur Kota Surakarta, ragam kesenian yang berkembang adalah tarian, tembang mocapat, hingga kesenian unik tradisional lainnya.

Salah satu tarian khas dari kabupaten ini adalah Tari Loro Blonyo.

   Masyarakat setempat percaya bahwasanya Tari Loro Blonyo sebagai bentuk kesuburan dan kemakmuran dari Dewi Sri dan Dewa Sadana. Gerakan tariannya digambarkan sebagai gerakan Dewi Sri dan Dewa Sadana. 

   Dewi Sri dikenal sebagai Dewi pelindung padi, pemberi berkah, dan merupakan simbol kemakmuran. Sedangkan Dewa Sadana dikenal sebagai Dewa sandang pangan.

   Warga di sana meyakini Dewi Sri dan Dewa Sadana sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan sehingga masyarakat hidup dengan aman, tentram, dan damai. Dalam pertunjukanya, tarian ini dilakukan secara berpasangan. 

    Gerakan-gerakannya pun menghandung unsur religi dan keagamaan. Syair "pujine puji Rahayu" yang dilantunkan penembang atau vokalis merupakan panjatan doa untuk meminta keselamatan.

   Dalam buku yang ditulis oleh M Jazuli dan Lesa Paranti (2018) menceritakan bahwa sekarang ini keberadaan Dewi Sri dan Dewa Sadana sudah sirna dari bumi Pertiwi dan menetap di Tirta Kedasar.

Baca Juga: Filosofi Tari Dongkrek, Jadi Tolak Bala atas Pagebluk atau Wabah Penyakit

Keadaan bumi Pertiwi semakin buruk, bencana alam datang silih berganti, serta malapetaka semakin sering menghampiri sepeninggal Dewi Sri dan Dewa Sadana.

   Untuk itu, atas petunjuk Dewa Wisnu agar keadaan bumi kembali aman tentram kembali harus membawa kembali Dewi Sri dan Dewa Sadana.

Namun tidak mudah. Sebab untuk mengembalikan kemakmuran dan kesejahteraan dengan membawa kembali Dewi Sri dan Dewa Sadana harus berhadapan dengan raksasa penunggu negara Tirta Kedasar.

   Di sinilah sosok Semar Bodronoyo Ismaya berperan penting. Dia yang membantu dalam misi kembalinya Dewi Sri dan Dewa Sadana.

Dan, benar adanya. Sejak kembalinya Dewi Sri dan Dewa Sadana keadaan pun pulih. Hasil pertanian melimpah lagi.

   Kesejahteraan masyarakat mulai meningkat, sandang pangan melimpah ruah. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Dewi Sri dan Dewa Sadana, masyarakat mewujudkanya  lewat seni musik kothekan berirama ritme religius. Itu mengiringi tari Loro Blonyo.

   Masyarakat memahami Tari Loro Blonyo sebagai sarana untuk menjalin hubungan dengan hal gaib, meminta keselamatan, dan menolak bala.

Tarian ini dilakukan secara berpasangan yang memiliki makna sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan.

Seni pertunjukan ini juga sebagai sarana hiburan bagi warga desa setempat.

 

Editor : Elna Malika
#gerakan #loro blonyo #Tirta #unik #kesenian tradisional #radar nganjuk berita hari ini #pertanian #tari #karanganyar #dewa #tarian #tembang macapat #dewa wisnu #dewi sri