Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tari Miyang Khas Tuban, Kreasi Baru yang Menjadi Identitas Budaya

Endro Purwito • Kamis, 15 Mei 2025 | 19:12 WIB
Tari Miyang Khas Tuban
Tari Miyang Khas Tuban

JP Radar Nganjuk - Kesenian tari khas Kabupaten Tuban, Jawa Timur populer dengan nama Tari Miyang.

Tarian ini diciptakan oleh guru kesenian Pemkab Tuban pada 2009. Hingga kini, kesenian tersebut sering dipentaskan dalam berbagai acara penting.

Utamanya di daerah pesisir utara Jawa itu.Tari Miyang adalah komposisi tari kelompok yang dimainkan oleh perempuan sebagai representasi perilaku istri nelayan ketika suaminya sedang melaut.

Seni ini adalah tari kreasi baru. Tari Miyang menjadi identitas budaya masyarakat Kabupaten Tuban.

Secara sosiologis, hal itu terkait dengan satu set harapan budaya terhadap posisi tertentu.

Sehingga peran yang disandang tari ini pada hakikatnya terbentuk oleh struktur
budaya.

Di antaranya, menyangkut pola persepsi, berpikir, dan perasaan untuk membentuk identitas budaya.

Penampilan tari Miyang merupakan bentuk koreografi yang semua unsurnya merupakan identitas budaya masyarakat Kabupaten Tuban.

Tarian dipentaskan dengan komposisi kelompok. Tak ada batasan khusus jumlah penari dalam sebuah pementasan.

Tari Miyang merupakan representasi perilaku istri nelayan ketika suaminya sedang melaut.


Dalam bahasa Tuban, kata ‘Miyang’ berarti “pergi melaut untuk mencari ikan”.

Para nelayan melakukan kegiatan ini pada malam hari, dan pulang pada pagi atau siang hari membawa ikan hasil tangkapan.


Instrumen musik yang mengiringi tari Miyang adalah seperangkat gamelan, seperti kendang, gong, kempul, saron.

Ada juga Panjak Hore. Yakni orang yang berperan sebagai pelantun tembang serta tukang senggak.


Penari Miyang menggunakan tata rias korektif dan memakai kebaya dengan bawahan kain batik setinggi lutut serta aksesoris di bagian kepala.

Tata rias dan busana ini sedikit banyak meniru kebiasaan perempuan pesisir.


Adapun properti yang digunakan saat pementasan adalah irig (peralatan dapur yang terbuat dari anyaman bambu), properti ini menunjukkan karakter sebagai istri nelayan.


Meski begitu, tidak ada penataan panggung secara khusus untuk pementasan Tari Miyang.

Tari ini pun bisa dipentaskan di mana saja sesuai kebutuhan. Selain itu, pada pementasan massal misalnya, penari tidak menggunakan kostum baku karena berbagai alasan.

Mereka hanya membawa irig sebagai properti menari. Ekspresi estetis tari Miyang adalah hasil perenungan terhadap pola persepsi, berpikir, dan perasaan istri nelayan, yang syarat dengan spirit komunal masyarakat pantai dan dijadikan kebanggaan ekspresi seni.

Editor : Elna Malika
#kabupaten tuban #pementasan tari #Tari Miyang #radar nganjuk berita hari ini #pesisir jawa timur #istri nelayan #tari kreasi baru #Melaut #budaya