JP Radar Nganjuk- Bukan kapal biasa—perahu kayu yang ditemukan di sisi Piramida Agung Giza ini dipercaya sebagai kendaraan suci bagi Firaun Khufu menuju akhirat. Dikenal sebagai solar boat, perahu itu merupakan bagian dari keyakinan spiritual Mesir Kuno: membawa roh sang firaun melintasi langit bersama dewa matahari Ra.
Penemuan ini berasal dari era Kerajaan Tua (Old Kingdom), periode kejayaan Mesir yang berlangsung antara 2686 hingga 2181 SM. Dalam rentang waktu dari Dinasti Ketiga hingga Keenam ini, Mesir mencatat lompatan besar dalam seni ukir, arsitektur, hingga pembangunan piramida megah—termasuk Piramida Giza yang masih menjadi ikon keajaiban dunia hingga kini.
Kapal matahari Khufu menjadi salah satu artefak paling mencengangkan dari masa itu. Dibuat dari lebih dari seribu potongan kayu yang disusun presisi tanpa paku, kapal ini menunjukkan tingkat keahlian dan teknologi pengerjaan kayu yang mengagumkan, lebih dari empat milenia silam. Fungsinya bukan sekadar simbol kerajaan, tapi juga sebagai wahana spiritual menuju alam baka—menegaskan pentingnya kehidupan setelah mati dalam kepercayaan Mesir Kuno.
Lebih dari sekadar peninggalan arkeologis, kapal matahari Khufu adalah simbol sinergi antara kekuasaan, spiritualitas, dan seni. Ia memperkaya narasi bahwa Kerajaan Tua bukan hanya era pembangunan, tetapi juga masa di mana keyakinan dan kebudayaan menyatu menjadi warisan peradaban dunia yang masih dikagumi hingga kini.
Editor : Jauhar Yohanis