Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Jayastamba, Tugu Kemenangan Legendaris yang Jadi Ikon Nganjuk – Simbol Kejayaan dari Zaman Kerajaan Hingga Kini, Begini Sejarahnya

Karen Wibi • Rabu, 18 Juni 2025 | 21:17 WIB
Jaya Stamba, monumen ikonik di Nganjuk
Jaya Stamba, monumen ikonik di Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Masyarakat di Kabupaten Nganjuk mungkin tidak asing lagi dengan Jayastamba. Sebuah prasasti yang banyak ditemukan di banyak tempat di Nganjuk. Namun apa sebenarnya Jayastamba itu? Lalu mengapa Jayastamba menjadi ikon di kabupaten yang memiliki julukan Kota Angin?

Jayastamba sendiri adalah prasasti bersejarah yang menjadi ikon Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Berasal dari bahasa Sanskerta, "Jaya" berarti kemenangan, kejayaan, atau tidak terkalahkan, dan "Stamba" berarti tugu, pilar, atau tonggak, sehingga Jayastamba diartikan sebagai "tugu kemenangan". Prasasti ini ditemukan di Desa Candilor, Kecamatan Loceret, dan juga dikenal sebagai Prasasti Candilor atau Prasasti Anjuk Ladang.

Prasasti Jayastamba berasal dari masa Kerajaan Medang pada masa pemerintahan Mpu Sindok, menandakan kemenangan atas pasukan Melayu dari Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 12 Caitra 859 Caka (10 April 937 M). Tanggal ini dijadikan patokan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati No. 495 Tahun 1993. Prasasti ini memiliki ukuran tinggi 2 meter, lebar 100-104 cm, dengan relief chattra (payung) di puncak dan relief naga di atas teratai yang diapit roda berjari empat (cakra lidah api) di bagian bawah. Prasasti aslinya disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D.59, sementara replikanya ada di Museum Anjuk Ladang.

Selain sebagai prasasti, Jayastamba juga diwujudkan dalam bentuk tugu setinggi 9 meter di Jalan Ahmad Yani, Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN), sebagai simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Nganjuk. Tugu ini dibangun dengan anggaran Rp28 miliar untuk memperkuat identitas budaya dan sejarah daerah. Jayastamba juga menginspirasi motif batik khas Nganjuk yang mencerminkan sifat teguh dan kuat, dengan goresan berbentuk stupa candi, serta digunakan dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya, seperti pembelajaran seni batik di sekolah-sekolah setempat. (wib)

Editor : Jauhar Yohanis