Weton Rabu Kliwon: Karakter, Jodoh, Rezeki, dan Karir
Jauhar Yohanis• Rabu, 10 September 2025 | 17:45 WIB
Karakter kepemimpinan pada weton Rabu Kliwon
JP Radar Nganjuk– Weton hari ini, Rabu Kliwon, bertepatan dengan 17 Mulud 1959 dalam kalender Jawa atau 10 September 2025 masehi. Dalam hitungan Primbon, weton ini memiliki jumlah neptu 15 yang berasal dari nilai Rabu (7) dan Kliwon (8). Jumlah yang cukup tinggi ini diyakini membawa pengaruh besar terhadap karakter, rezeki, hingga perjalanan asmara seseorang.
Karakter: Lakuning Srengenge
Mereka yang lahir pada weton Rabu Kliwon dikenal memiliki watak “lakuning srengenge”, yang artinya perilakunya menyerupai matahari. Sosoknya mampu memberi terang dan energi bagi lingkungan sekitarnya.
Orang Rabu Kliwon umumnya tidak mudah mengingkari janji, disiplin, serta cerdas. Selain itu, penampilannya rapi dan piawai dalam berkomunikasi. Tak jarang mereka juga dianggap sebagai pribadi yang mampu mengayomi orang lain.
Asmara: Cocok dengan Neptu Kecil
Dalam urusan cinta, weton Rabu Kliwon dianggap sangat serasi jika dipasangkan dengan weton berneptu 9 atau 14.
Beberapa weton yang cocok antara lain Minggu Wage, Rabu Pon, Jumat Kliwon, dan Minggu Pahing. Kombinasi ini dipercaya bisa membawa hubungan harmonis hingga akhir hayat, karena karakter Rabu Kliwon yang kuat bisa diseimbangkan dengan pasangan yang memiliki neptu lebih kecil.
Rezeki: Bergantung pada Neptu Keluarga
Dari sisi ekonomi, jumlah neptu 15 menjadikan pemilik weton ini berpotensi hidup makmur dan sejahtera. Namun, keberuntungan tersebut dipengaruhi oleh neptu ayah atau kakak kandungnya.
Jika neptu mereka lebih kecil dari 15, maka kehidupan keluarga akan lebih beruntung. Sebaliknya, jika lebih besar, maka rezeki Rabu Kliwon bisa tidak semelimpah yang diharapkan.
Karir: Cocok Jadi Pemimpin hingga Abdi Negara
Primbon Jawa menyebutkan bahwa pemilik weton Rabu Kliwon sangat pas meniti karir di bidang yang menuntut disiplin tinggi. Polisi atau tentara adalah dua pilihan profesi yang paling sesuai dengan karakternya.
Selain itu, kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang kuat membuat mereka cocok menduduki posisi penting dalam organisasi, komunitas, maupun perusahaan. Dengan kata lain, bakat sebagai pemimpin sudah melekat sejak lahir.