JP Radar Nganjuk- Indonesia memang kaya akan cerita rakyat dan mitos turun-temurun. Salah satunya yang masih sering beredar di kalangan remaja putri adalah kepercayaan bahwa perempuan yang telat haid bisa segera didatangi menstruasi jika kakinya diinjak oleh teman yang sedang haid.
Sekilas terdengar aneh. Bahkan mustahil secara medis. Namun, praktik ini cukup populer dan kerap dijalankan seolah-olah punya pengaruh nyata.
Padahal, menurut dunia medis, tidak ada hubungan sama sekali antara injakan kaki dengan datangnya haid. Siklus menstruasi sepenuhnya dikendalikan oleh hormon reproduksi, mulai dari hipotalamus, kelenjar pituitari, hingga ovarium. Faktor yang bisa memengaruhi keterlambatan haid antara lain stres, pola makan, berat badan, olahraga berlebihan, hingga kondisi kesehatan seperti PCOS atau gangguan tiroid.
Meski begitu, tak sedikit perempuan yang percaya karena merasa “ampuh” setelah dicoba. Hal ini lebih disebabkan oleh faktor kebetulan atau sugesti, bukan efek nyata dari injakan kaki.
Dari sisi sosial, mitos ini bisa dipandang sebagai bentuk solidaritas dan kedekatan antarperempuan. Namun, bahaya muncul jika kepercayaan tersebut dijadikan pegangan serius. Perempuan bisa saja menyepelekan masalah kesehatan yang sebenarnya perlu penanganan medis.
Para ahli menegaskan, jika haid telat lebih dari tiga bulan berturut-turut atau siklus tidak teratur dalam jangka panjang, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter kandungan. Bukan bergantung pada mitos injak kaki.
Baca Juga: Murah dan Ampuh! Tawas Bisa Jadi Solusi Atasi Bau Badan Alami Tanpa Bahan Kimia
Baca Juga: Awas! Bermain Ponsel di Toilet Bisa Tingkatkan Risiko Wasir
Editor : Jauhar Yohanis