Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Disporabudpar Nganjuk Menggelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum

Karen Wibi • Jumat, 26 September 2025 | 20:38 WIB

GAYENG: Narasumber seminar menjelaskan tentang kekayaan Geopark di Kabupaten Nganjuk.
GAYENG: Narasumber seminar menjelaskan tentang kekayaan Geopark di Kabupaten Nganjuk.

Bahas Kekayaan Geopark Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar seminar hasil ‘Kajian Koleksi Museum’ kemarin (25/9). Kepala Disporabudpar Gunawan Widagdo mengatakan, Seminar dan Kajian Koleksi Museum berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Seluruh kegiatan diadakan di Museum Anjuk Ladang. Sedangkan kemarin menjadi hari terakhir dari seluruh rangkaian acara. “Seminar Kajian Koleksi Museum ini ditujukan untuk membahas kekayaan-kekayaan sejarah yang ada di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.

Di seminar tersebut, Disporabudpar Nganjuk menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidang sejarah. Mereka adalah Dr. Eng. Ir. Didit Hadi Barianto, ST. M.Si. IPM dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta dan Marlia Yulianto Rosyidah, S.Si, MA dari Museum Nasional Indonesia.

INTERAKTIF: Didit Hadi Bariantodari dari UGM menjadi narasumber seminar kemarin.
INTERAKTIF: Didit Hadi Bariantodari dari UGM menjadi narasumber seminar kemarin.

Banyak materi yang dibahas dari kedua narasumber tersebut. Namun, yang paling utama, materi yang dibawakan adalah tentang geopark yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Gunawan mengatakan, geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka. Termasuk, arkeologi, ekologi, maupun budaya. Kajian tersebut bertujuan untuk melindungi dan menjaga keunikan geologi, hayati, maupun pendidikan. “Termasuk di dalamnya pendidikan, pariwisata, dan penelitian,” jelasnya.

Gunawan menjelaskan, di Nganjuk, potensi prasejarah menunjukkan jumlah dan cakupan yang cukup luas. Potensi geologis, temuan fosil prasejarah, fosil hewan purba maupun laut, hingga peralatan budaya manusia purba banyak dijumpai di sepanjang belahan utara Nganjuk. Mulai Desa Bendoasri, Rejoso hingga Desa Munung, Kecamatan Jatikalen.

BAHAS SEJARAH: Peserta Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum antusias.
BAHAS SEJARAH: Peserta Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum antusias.

Mantan kepala dinas PUPR ini berharap, kajian kemarin menjadikan semakin besar daya tarik Nganjuk untuk penelitian prasejarah. Baik, individu maupun kelembagaan. “Dengan kajian ini hasilnya dapat dijadikan bahan usulan kepada kelembagaan terkait untuk mewujudkan Nganjuk sebagai sebuah potensi geopark prasejarah,” ujarnya. (wib/ik3/tyo)

Editor : Karen Wibi
#museum #nganjuk #kekayaan alam #seminar #disporabudpar #geopark