Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tari Lenggang Surabaya: Jejak Budaya dalam Gerak Sambut Tamu Istimewa Kota Pahlawan

Internship Radar Kediri • Rabu, 5 November 2025 | 00:21 WIB
Gerak anggun para penari Tari Lenggang Surabaya yang memukau
Gerak anggun para penari Tari Lenggang Surabaya yang memukau

JP RADAR NGANJUK Di antara gemerlap perkembangan kesenian urban Surabaya, Tari Lenggang berdiri tegak sebagai simbol keramahan yang telah menyambut tamu-tamu penting sejak 1995. Diciptakan oleh seniman Dimas Pramuka Admaji, tarian ini bukan sekadar gerakan indah penari wanita, melainkan akar budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini Kota Surabaya.

Tari Lenggang lahir dari proses kreatif yang mendalam, memadukan tiga elemen budaya utama: kelincahan gerak Tari Tanda'an atau Ledek Tayub, kekhasan Sandur Madura, serta semangat modern khas Surabaya. Proses penciptaannya melalui penelitian mendalam terhadap berbagai tarian tradisi di Jawa Timur, menyaring yang terbaik dari setiap tradisi untuk kemudian disatukan dalam bentuk baru yang khas Surabaya.

 

Evolusi tarian ini mencerminkan dinamika budaya Surabaya. Dari pertunjukan perdana di event kota, Tari Lenggang berkembang menjadi wajah resmi penyambutan tamu negara, gubernur, hingga delegasi internasional. Pada 2010, tarian ini bahkan ditetapkan sebagai ikon budaya kota melalui Peraturan Wali Kota, mengukuhkan posisinya sebagai representasi identitas Surabaya yang modern namun tetap berakar tradisi.

Kekhasan Tari Lenggang terletak pada detail penyajiannya. Kostum penari memadukan warna cerah dengan aksesori tradisional seperti bokongan, sampur, dan konde yang dikembangkan dari busana Tari Tanda'an dan Sandur Madura. Iringan gamelan Jawa dengan laras slendro menciptakan nuansa magis, sementara vokal pesinden menghidupkan syair-syair berbahasa Jawa yang penuh makna penyambutan.

 

Upaya pelestarian Tari Lenggang dilakukan secara sistematis. Sanggar Tari Dharma Budaya sebagai tempat kelahirannya aktif melatih generasi muda, sementara sekolah-sekolah seni di Surabaya memasukkan tarian ini dalam kurikulum. "Kami tidak hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga filosofi di balik setiap sapaan selamat datang," ujar Sari, salah satu pelatih tari senior.

Dibandingkan tarian selamat datang lain seperti Tari Persembahan dari Bali atau Tari Mpaa Sampari dari Sumbawa, Tari Lenggang memiliki kekhasan dalam dinamika gerak yang lebih energik namun tetap anggun. Pola gerakan tangan yang lincah dan permainan selendang mencerminkan karakter masyarakat Surabaya yang lugas namun ramah.

 

Di tangan generasi muda Surabaya, Tari Lenggang terus menemukan bentuknya yang relevan. Inovasi dalam koreografi dan musik tanpa menghilangkan esensi tradisi membuat tarian ini tetap hidup dan diminati. Sebagai warisan budaya, Tari Lenggang tidak hanya menjadi tarian penyambutan, tetapi juga duta budaya yang bercerita tentang jiwa Surabaya - kota yang menghargai tradisi namun tak takut berinovasi.

 

Dita Amelia Ningsih 

Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

 

Editor : Karen Wibi
#kebudayaan #Tari Daerah #seni tradisional #tari lenggang Surabaya