Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Berdebar-Debar Sebelum Hibur Ribuan Penonton

Novanda Nirwana • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:08 WIB
Penari cilik bersama pelatih
Penari cilik bersama pelatih

 

DI balik panggung Geometric Color Fest Jawa Pos Radar Nganjuk, tersimpan cerita perjuangan penari cilik dalam mempersiapkan diri. Meski tampil ceria di depan penonton, mereka mengaku harus melewati rasa gugup hingga latihan disiplin sebelum naik panggung.

Salah satunya Anggun Raisa Pramesti, siswi kelas 1 asal Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang. Ia mengaku sudah menyukai tari sejak kecil. Awalnya, ia mengikuti latihan karena dorongan orang tua. Namun seiring waktu, minatnya tumbuh menjadi hobi yang menyenangkan. “Awalnya disuruh orang tua, tapi lama-lama jadi suka. Apalagi ketemu teman-teman banyak,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fanesa Kusma Azalia dan Faiza Faraniza Nasmi. Ketiganya mengaku cukup sering mengikuti lomba tari dan beberapa kali meraih kemenangan. Pengalaman itu membuat mereka lebih percaya diri saat tampil di berbagai acara.

Meski demikian, rasa gugup tetap tak bisa dihindari. Terlebih saat harus tampil di hadapan banyak penonton. “Deg-degan kalau dilihat banyak orang,” kata mereka.

Untuk mengatasi rasa gugup, para penari cilik punya cara sederhana. Mereka biasanya minum terlebih dahulu dan menarik napas dalam-dalam sebelum naik ke atas panggung.

Menariknya, mereka mengaku tidak terlalu kesulitan menghafal gerakan. Latihan rutin membuat gerakan tari terasa lebih ringan dan tidak membebani.

“Enggak pusing mikirin gerakan,” imbuhnya.

Namun, ada satu hal yang tak boleh dilewatkan jelang penampilan, yakni menjaga kondisi tubuh. Mereka mengaku harus tidur lebih awal agar tetap fit saat tampil. “Kalau mau tampil harus tidur lebih awal,” ungkapnya. (nov/wib)

Editor : rekian
#geometric colour fest #penari cilik #latihan tari