Refa Regina Fahira berhasil meraih predikat Mbakyu 2026 yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk. Refa menjadi duta wisata 2026 bukan perkara mudah. Dia harus menyisihkan puluhan peserta terbaik dari penjuru Kota Angin.
“Dan…peraih juara Mbakyu tahun 2026 adalah…Refa Regina Fahira…,” ujar pembawa acara dalam ajang pemilihan Kangmas Mbakyu 2026 yang berlangsung di Gedung Juang 45 Nganjuk pada Jumat lalu (22/6). Satu kalimat tersebut langsung disambut meriah oleh seluruh peserta yang berada di Gedung Juang.
Tak terkecuali oleh Refa. Cewek berusia 19 tahun itu tak bisa menutupi rasa harunya. Setelah namanya dipanggil, dia tampak berkaca-kaca. Beberapa teman-temannya langsung memberi selamat di atas panggung.
Beberapa menit kemudian, Refa maju beberapa langkah. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan piagam hingga hadiah secara langsung kepada Refa. “Saya tidak menyangka jika bisa menang Mbakyu 2026,” ujar perempuan lulusan SMAN 1 Kertosono itu.
Ya benar, Refa tak pernah menyangka jika dirinya bisa menang. Maklum saja, lawan yang dihadapi oleh Refa tak sedikit. Jumlahnya mencapai 124 orang. Alih-alih optimis, Refa sebelumnya bahkan mengaku jika dirinya pesimis.
Namun, Refa tak mau menyelesaikan usahanya itu dengan setengah-setengah. Dua bulan sebelum grand final, dirinya belajar dengan sangat giat. Tak sedikit materi yang dibaca terus menerus setiap harinya. “Setiap hari harus belajar materi yang akan diujikan di malam grand final,” tambah perempuan yang juga pernah menang pada ajang pemilihan Duta Genre Kabupaten Nganjuk pada 2024 silam itu.
Sayangnya, di tengah-tengah masa belajar, Refa sempat buntu. Dirinya kebingungan tentang materi yang akan diujikan. Maklum saja, Refa hanya belajar seorang diri. Dirinya tak memiliki guru atau mentor untuk malam grand final.
Beruntung Refa tak kekurangan akal. Dirinya memiliki cara yang mungkin tidak dilakukan oleh peserta lain. Yakni belajar dengan artificial intelligence atau akal imitasi (AI). Ya benar, Refa memiliki belajar menggunakan AI. Hasilnya tak main-main, menurut Refa, materi yang disuguhkan oleh cukup banyak. “Jadi saya sering tanya ke AI, contohnya tentang apa yang dimaksud dengan bla..bla…bla…,” imbuhnya.
Menurut Refa, cara tersebut benar-benar berhasil. Dirinya mampu dengan mudah mencerna banyak materi yang diberikan oleh AI. Alhasil, di waktu yang hanya dua minggu, Refa mampu tampil di malam grand final dengan maksimal. “Generasi muda tidak boleh menolak AI. Justru, AI bisa digunakan untuk berkolaborasi dalam mencapai tujuan,” tandasnya.
Kini Refa berhasil meraih predikat Mbakyu 2026. Dirinya memiliki banyak cita-cita yang dilakukan untuk pariwisata di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya adalah melakukan promosi untuk meningkatkan pariwisata di Kota Angin. “Saya itu punya cita-cita untuk pariwisata Nganjuk. Yakni, agar Nganjuk tidak hanya dijadikan kota untuk singgah. Namun, sebagai kota tujuan,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi