Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pemkab Nganjuk Gelar Prosesi Boyong & Sedekah Bumi Hambangun Projo

rekian • Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:33 WIB
Peserta Boyong dari Dinas Kominfo Nganjuk tampil kompak dengan payung warna merah muda.
Peserta Boyong dari Dinas Kominfo Nganjuk tampil kompak dengan payung warna merah muda.

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk kembali menggelar tradisi tahunan Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, Sabtu (6/6). Agenda budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Nganjuk itu digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus peringatan perjalanan sejarah pemerintahan Nganjuk sejak 6 Juni 1880 hingga 2026.


Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan prosesi kirab budaya yang mengambil rute dari Alun-Alun Berbek menuju Pendapa KRT Sosrokeosoemo. Masyarakat dipastikan dapat menyaksikan beragam atraksi budaya yang menjadi daya tarik utama dalam perhelatan tersebut.


Dalam kirab itu, akan ditampilkan arak-arakan Boyong Natapraja, gunungan hasil bumi, hingga berbagai pertunjukan kearifan lokal yang merepresentasikan kekayaan budaya Kabupaten Nganjuk. Gunungan yang disusun dari beragam hasil pertanian masyarakat menjadi simbol kemakmuran sekaligus ungkapan syukur atas limpahan rezeki yang diterima masyarakat.

Tim dari Dinas Kominfo tampil ceria di acara Boyong dan sedekah bumi pada Sabtu (6/6/2026).
Tim dari Dinas Kominfo tampil ceria di acara Boyong dan sedekah bumi pada Sabtu (6/6/2026).

 
Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda. Selain itu, momentum tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir dan memeriahkan jalannya kirab budaya tersebut. Menurut dia, Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo memiliki nilai penting dalam menjaga jati diri masyarakat Nganjuk. “Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo merupakan cerminan identitas masyarakat Nganjuk yang tetap menjaga sejarah dan budaya leluhur. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya bersyukur atas hasil bumi yang melimpah, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong untuk mewujudkan Nganjuk yang semakin maju,” ujarnya.

Bupati Marhaen Djumadi bersama istri naik dokar saat acara boyong yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026).
Bupati Marhaen Djumadi bersama istri naik dokar saat acara boyong yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026).

Kang Marhaen berharap, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan menyaksikan kirab budaya secara tertib. Dia menilai warisan budaya tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Mari bersama-sama meramaikan kirab budaya ini. Jadikan tradisi yang diwariskan para leluhur sebagai perekat persatuan, penguat kebersamaan, sekaligus kebanggaan masyarakat Nganjuk,” ujarnya.


Masyarakat ingin menyaksikan kemeriahan Boyong Natapraja maupun berebut gunungan hasil bumi diimbau datang lebih awal agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan nyaman. Tradisi tahunan tersebut diharapkan kembali menjadi magnet yang menarik antusiasme warga sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah. 

Editor : rekian
#boyong #nganjuk #Marhaen Djumadi #sejarah #budaya