KEDIRI, radarnganjuk.jawapos.com- Gelaran musik dan ruang diskusi "Resonansi #1" sukses dihelat di Kampung Madu, Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Minggu (23/8).
Diinisiasi hanya dalam waktu singkat selama 10 hari, acara ini membawa warna baru bagi warga setempat sekaligus menjadi ruang temu strategis bagi para musisi akar rumput (grassroot) dengan para pelaku industri musik nasional.
Baca Juga: Musik Pop Terus Berubah Mengikuti Zaman, Ini Perjalanannya di Indonesia
Musisi asal Kediri, Ivanka, menyampaikan bahwa hadirnya Resonansi #1 memberi atmosfer berbeda bagi warga Kampung Madu Purworejo, Kediri.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas gotong royong warga desa dan pengurus RT/RW yang bahu-membahu mendirikan panggung berbahan bambu hingga acara berjalan lancar.
Baca Juga: Menikmati Musik, Merawat Ketenangan di Tengah Kesibukan
"Resonansi hadir dari sebuah keyakinan bahwa musisi akar rumput bisa berkumpul. Di sini kita tidak hanya bermusik, tetapi juga berdiskusi langsung dengan para maestro mengenai bagaimana mengolah karya dengan benar, menjaga kepemilikan karya, hingga mengurus edukasi royalti agar tidak hilang," ujar Ivanka.
Ketua Panitia Resonansi #1, David, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan talenta lokal dengan ekosistem industri yang lebih luas.
Melalui paduan pertunjukan, diskusi, dan perjejaring (networking), acara ini bermisi membuka peluang kolaborasi baru yang sebelumnya belum terbayangkan oleh para musisi lokal.
Baca Juga: Dituduh Gabung Sekte Satanik, Begini Transformasi Musik Isyana Sarasvati yang Tak Biasa
"Visi kami sederhana, yaitu membangun ekosistem. Harapannya, Resonansi tidak berhenti sebagai acara yang selesai begitu panggung ditutup, tetapi lahir kolaborasi dan karya-karya baru yang terus menemukan gemanya," kata David.
Panggung Resonansi #1 dibuka lewat sajian musik rap dari Alan ADB yang membawakan nomor "Syukur".
Suasana berlanjut riuh lewat penampilan Fredyman dengan "You’re My Mind" dan "Rock Mini Dangdut", disusul Jack lewat tembang "Masihkah".
Baca Juga: Iringan Musik Jadi PR Paling Sulit
Grup band Ferdas turut memanaskan suasana dengan tiga lagu andalannya, yakni "Telanjur", "Sebelum Menang", dan "Kekasih", sebelum dilanjutkan oleh Mantraloka yang membawa kesan reflektif lewat lagu "Tampak Merdeka".
Puncak acara semakin bergemuruh saat Aziz n Bronx membawakan lagu bernuansa kebangsaan "Gebyar-Gebyar" serta materi orisinal seperti "Beda Gaya Beda Rasa", "Masuk Kampus", dan "Hak Cipta Tak Terbayar".
Baca Juga: Dari TikTok ke Spotify, Tabola Bale Jadi Fenomena Musik 2025. Ini Profil Musisinya
Suasana panggung benar-benar pecah ketika Bongki ikut naik ke atas panggung untuk *jamming*, mengiringi deretan lagu hits Slank yang langsung disambut koor massal dan antusiasme tinggi dari ratusan penonton.
Editor : rekian