Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kisah Kiai Dermojoyo, Pahlawan Nganjuk yang Lawan Belanda dan Diabadikan Jadi Nama Jalan

Diana Yunita Sari • Jumat, 13 Juni 2025 - 19:41 WIB
Kiai Dermojoyo, pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan
Kiai Dermojoyo, pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan

Nganjuk merupakan salah satu daerah dengan kisah sejarah yang panjang, dari era kerajaan hingga saat ini. Banyak tokoh-tokoh hebat yang lahir dari daerah yang dijuluki Kota Angin ini. Dalam artikel ini, kami akan mengulas bagaimana kisah perjuangan para pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan di daerah Nganjuk.

Jika kamu tinggal di Nganjuk, apakah kamu sudah familiar dengan sebuah jalan yang bernama Jalan Dermojoyo? Jalan itu merupakan tempat barisan kantor-kantor pemerintahan, mulai dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, BNN, BPN, Kantor Kejaksaan Nganjuk, dan lain sebagainya.

Dikutip dari Radar Nganjuk, Selain menjadi nama jalan di Kecamatan Nganjuk, Dermojoyo juga menjadi nama jalan di Kecamatan Tanjunganom dan Berbek. Seorang pemerhato sejarah Nganjuk bernama Aries Trio Effendi mengatakan bahwa Dermojoyo adalah seorang kiai yang dulunya berjuang melawan Belanda.

“Dermojoyo ini adalah seorang kiai yang berjuang melawan penjajah Belanda,” ucap Aries.

Kiai Dermojoyo memutuskan mengangkat senjata melawan Belanda karena tidak tega dengan perilaku Belanda yang sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia, khususnya warga di daerah Nganjuk. Puncak kemarahan Dermojoyo yaitu saat Belanda ingkar janji mengenai penghapusan Landelijk Stelsel atau sistem sewa tanah. Selain itu, Belanda juga menaikkan tarif pajak tanah yang membuat rakyat menderita.

“Kiai Dermojoyo punya banyak santri di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjungnom

Atas keberanian Dermojoyo, Belanda menjadi kalang kabut, karena mereka tidak pernah mengira akan ada seseorang yang berani menentangnya. Apalagi dengan jumlah santri Kiai Dermojoyo yang banyak, beserta dukungan masyarakat setempat membuat pertahanan semakin kuat.

Pada akhirnya, sebuah perang meletus pada tanggal 29 Januari 1907. Dermojoyo menyerang Pabrik Gula Kutjonmanis yang berada di Dusun Bendungan, Kecamatan Tanjungnom bersama para santrinya. Pabrik Gula tersebut merupakan perusahaan yang dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Aries menyampaikan bahwa Belanda sampai meminta bantuan pasukan dari Surabaya untuk menghadapi Dermojoyo.

 “Belanda sampai meminta tambahan bantuan dari Surabaya untuk menghadapi Kiai Dermojoyo,” pungkasnya.  

Editor : Jauhar Yohanis
#pahlawan nganjuk #pahlawan #sosok inspirasional #nganjuk #penjajahan belanda #Kabupaten Nganjuk #KOTA ANGIN