Berita Seputar Nganjuk Hukum & Kriminal Politik & Pemerintahan Peristiwa Olahraga Opini Seni & Budaya Wisata & Kuliner Gaya Hidup Khazanah Kesehatan

Insektisida Tak Mempan, Bakar Padi Jadi Pilihan

Karen Wibi • 2025-07-10 14:10:00

TAK MEMPAN: Petani padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace menyemprot insektisida pada tanaman padi yang diserang wereng.
TAK MEMPAN: Petani padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace menyemprot insektisida pada tanaman padi yang diserang wereng.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembakaran tanaman padi yang diserang wereng di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace mendapat respons dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Tanaman (Perlintan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Agus Yuni Purwanto, pembakaran tanaman padi yang diserang wereng adalah pilihan terakhir.  Karena jika hal itu tidak dilakukan wereng akan merajalela. “Dengan dibakar, wereng akan mati,” tandasnya. 

Baca Juga: Hama Wereng di Nganjuk Meluas. Bagaimana Solusinya?

Namun sebelum memutuskan membakar tanaman padi, Yudi mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama adalah pengecekan tanaman padi secara berkala. Saat tanaman mulai diserang hama wereng, petani harus sigap. “Langsung semprot dengan insektisida jika wereng menyerang,” tandasnya. 

Jika penyemprotan insektisida gagal, maka bakar tanaman padi jadi pilihan terakhir. Untuk pembakaran tanaman padi  ada dua cara yang bisa dilakukan oleh petani. Pertama adalah membakar tanaman padi yang belum dipanen. Namun dipastikan, setelah dibakar, petani tidak bisa memanen tanaman padi tersebut.

Sedangkan cara kedua adalah memanen terlebih dahulu tanaman padi. Namun cara kedua hanya bisa dilakukan pada tanaman yang memang hendak panen. Sekitar dua minggu sebelum panen.

Yudi mengatakan, setelah diserang wereng, petani akan mengalami kerugian. Karena gabah yang dihasilkan tidak akan maksimal. Oleh karena itu, Disperta Nganjuk berusaha keras untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca Juga: Ratusan Hektare Padi Diserang Wereng, Petani Kepanjen Gigit Jari!

Salah satunya dengan membagikan insektisida kepada petani secara gratis. Dengan tujuan agar petani dapat segera melakukan penyemprotan sedini mungkin.

Perlu diketahui, petani padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace gigit jari. Penyebabnya tanaman padi di desa yang diserang hama wereng. Tidak tanggung-tanggung, dari 230 hektare area persawahan, sekitar 50 persen mengalami serangan wereng.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan disperta untuk penanganan hama wereng ini,” sambung Kasi Pemerintahan Desa Kepanjen Joko Wiyono.

Menurut Joko, petani padi di desanya mengalami kerugian besar akibat serengan hama wereng. Ini karena ratusan hektare tanaman padi diserang wereng. Padahal, tanaman padi tersebut akan panen.  (wib/tyo)

Baca Juga: Hama Wereng di Nganjuk Meluas. Bagaimana Solusinya?

Editor : Miko
#Wereng #insektisida #pace #hama #bakar