NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Banyak petani padi di Kabupaten Nganjuk gigit jari. Penyebabnya karena hama wereng yang mulai menyerang. Bahkan akibat hama tersebut, banyak petani yang gagal panen. Lalu apa solusi yang harus dilakukan petani?
1. Pantau Sawah secara Rutin
Wereng biasanya menyerang saat tanaman padi berada pada fase vegetatif hingga generatif. Oleh karena itu, pemantauan rutin di sawah sangat penting. Periksa daun padi, terutama bagian bawah, karena wereng sering bersembunyi di sana. Jika menemukan populasi wereng yang mulai banyak, segera tindak lanjuti sebelum menyebar lebih luas.
2. Gunakan Varietas Padi Tahan Wereng
Salah satu cara pencegahan adalah memilih varietas padi yang tahan terhadap serangan wereng, seperti Inpari 13, Ciherang, atau Situ Bagendit. Varietas ini telah terbukti lebih kuat terhadap serangan wereng coklat dan wereng punggung putih. Petani bisa berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat untuk memilih bibit yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di wilayahnya.
3. Atur Pola Tanam yang Baik
Pola tanam yang baik dapat mengurangi risiko serangan wereng. Hindari menanam padi dengan jadwal yang berbeda-beda di sawah yang berdekatan, karena ini bisa membuat wereng berpindah dari satu sawah ke sawah lain. Tanam serentak bersama petani lain di wilayah yang sama agar siklus hidup wereng bisa diputus.
4. Manfaatkan Musuh Alami Wereng
Wereng memiliki musuh alami yang bisa dimanfaatkan, seperti laba-laba, kepik, dan capung yang gemar memangsa wereng. Untuk menarik musuh alami ini, petani bisa menanam bunga-bungaan di pinggir sawah, seperti kenikir atau bunga matahari, yang menjadi tempat hidup serangga predator.
5. Gunakan Perangkap dan Pestisida Alami
Jika populasi wereng sudah cukup banyak, petani bisa mencoba perangkap lampu di sawah pada malam hari, karena wereng cenderung tertarik pada cahaya. Cara lain adalah menggunakan pestisida alami, seperti ekstrak daun mimba atau tembakau, yang dapat mengurangi populasi wereng tanpa merusak lingkungan.
6. Jaga Kebersihan Sawah
Wereng menyukai sawah yang banyak gulma atau sisa tanaman yang tidak dibersihkan. Oleh karena itu, jaga kebersihan sawah dengan rutin mencabut gulma dan membuang sisa tanaman padi dari musim sebelumnya. Selain itu, drainase yang baik juga dapat mengurangi kelembapan yang disukai wereng untuk berkembang biak. (wib)
Baca Juga: Hama Wereng Serang Padi di Kota Angin, Inilah yang Dilakukan Dispertan Nganjuk untuk Bantu Petani
Editor : Miko