Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Stasiun Baron di Nganjuk Tampil Estetik tapi Tak Ada KA Lokal yang Berhenti Sejak 2019

rekian • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:28 WIB

 

TINGGI PEMINAT: Kereta api saat melintas di wilayah Nganjuk.
TINGGI PEMINAT: Kereta api saat melintas di wilayah Nganjuk.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Keluhan sepinya Stasiun Baron belakangan ini ramai menjadi perbincangan jagat maya. Warganet, khususnya pengguna setia moda transportasi kereta api (KA), menyayangkan kondisi stasiun yang kini tampak sepi dari aktivitas naik-turun penumpang. Padahal, stasiun tersebut baru saja bersolek menjadi lebih megah.

“Stasiun Baron kok maleh (menjadi, Red) sepi ya lur?” tulis akun Facebook  di postingan Facebook Fanpage Jawa Pos Radar Nganjuk. Banyak netizen berharap KA Lokal Dhoho-Penataran bisa singgah di sana, agar warga Baron dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh ke Kertosono atau Nganjuk kota.

 Baca Juga: WASPADA! Modus Baru Penipuan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Sasar Warga Nganjuk, Potong Saldo untuk Jasa Pencairan dan Berujung Pinjol

Proyek Jalur Ganda dan Perubahan Status

Sejatinya, Stasiun Baron (BRN) yang terletak di Desa Kedungrejo ini telah mengalami transformasi besar-besaran. Stasiun kelas III ini dibangun ulang oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Surabaya sebagai bagian dari proyek Jalur Ganda (Double Track) Madiun-Jombang yang diresmikan pada 2019 lalu.

Namun, di balik bangunan baru yang lebih luas dan sistem persinyalan elektrik yang canggih, ada kebijakan operasional yang berubah. Berikut adalah fakta di balik kondisi Stasiun Baron, sejak jalur ganda beroperasi penuh pada 2019, Stasiun Baron tidak lagi dijadwalkan sebagai tempat pemberhentian penumpang. Fungsinya dialihkan hanya untuk layanan penyusulan antarkereta api.

Meski bangunan peninggalan Staatsspoorwegen sudah diganti dengan gedung yang lebih besar dan modern, kebijakan Daop VII Madiun belum menempatkan jadwal pemberhentian KA lokal maupun jarak jauh di stasiun ini.

Salah satu alasan teknis tidak berhentinya KA di stasiun kecil pasca-double track adalah untuk memangkas waktu tempuh perjalanan kereta api secara keseluruhan dalam grafik perjalanan kereta api (Gapeka).

Harapan Masyarakat

Animo masyarakat Nganjuk terhadap kereta api lokal sebenarnya sangat tinggi. Penumpukan penumpang sering terjadi di Stasiun Kertosono dan Stasiun Nganjuk. Warganet menilai, jika KA Dhoho bisa berhenti di Baron, hal ini akan memecah kepadatan sekaligus menghidupkan ekonomi di sekitar stasiun.

Hingga kini, Stasiun Baron tetap berdiri kokoh di pinggir Jalan Raya Nganjuk-Kertosono, menunggu waktu apakah suatu saat nanti pintu peronnya akan kembali terbuka bagi masyarakat umum, atau tetap sekadar menjadi saksi bisu melesatnya si ular besi.

 

Editor : rekian
#KA lokal #pecinta kereta api #Stasiun Baron #Stasiun Kertosono #Kabupaten Nganjuk