Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Sukses Wujudkan Mimpi Harumkan Kabupaten Nganjuk, Inilah Sosok Indah Dwi Saputri

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 22 Januari 2024 | 20:41 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Nganjuk - Indah Dwi Saputri, Miss Cultural Indonesia 2023
Sukses Mewujudkan Mimpi Harumkan Kabupaten Nganjuk
Indah Dwi Saputri berhasil mengharumkan Kabupaten Nganjuk. Cewek berusia 19 tahun asal Desa Ngliman,Kecamatan Sawahan ini menjadi Miss Cultural Indonesia 2023. Prestasi di tingkat nasional ini membuat Kota Angin semakin dikenal di Indonesia.

Perjalanan Indah menjadi Miss Cultural Indonesia 2023 ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Dia harus melalui jalan terjal dari awal. Hingga akhirnya berhasil menjadi juara di tingkat nasional itu.

Indah mengaku bangga. Karena impiannya bisa membawa nama Nganjuk di kancah nasional terwujud. Gadis asal Desa Ngliman mulai terjun di dunia kecantikan dan modelling pada 2020 saat awal pandemi. “Saya termasuk orang yang pendiam, jarang keluar rumah. Waktu itu saya main instagram di kamar, ada ajang kecantikan dan saya tertarik untuk mengikutinya,” ungkap Indah.

Model lulusan SMKN 2 Nganjuk ini merasa tertantang untuk mengikuti ajang kecantikan itu. Pasalnya, dia merasa ingin mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Dia tidak ingin masa remaja dan masa mudanya menjadi sia-sia. Sehingga, dia nekat untuk mengikuti berbagai lomba.

“Mulai dari ikut Putri Tari Jawa Timur. saat itu saya dinobatkan juara 4 kategori Intelegensia. Kemudian dari sana, saya menjadi perwakilan Jawa Timur untuk Miss Cultural Indonesia 2024,” terangnya.

Setelah itu, Indah mengikuti karantina Oktober 2023 lalu. Segala persiapan dia lakukan sendiri. Mulai dari photoshoot, barang-barang hingga persiapan pertunjukan bakat dan lainnya. “Karena itu ajang pageant, jadi tetap saja kemampuan public speaking, catwalk, dan lain-lainnya sangat penting,” ujarnya.

Menjadi Miss Cultural Indonesia 2023, Indah harus memperkenalkan dan mempertahankan budaya Indonesia. Selain itu, dia harus bisa menjadi sosok inspiratif dalam hal budaya bagi banyak orang. “Tak hanya itu, saya juga harus bisa mengimplementasikan kebudayaan agar budaya Indonesia ini tetap lestari,” tuturnya.

Indah berharap anak-anak muda di Indonesia tak terpengaruh budaya luar yang mulai masuk ke Indonesia. Terlebih dengan teknologi yang ada saat ini sangat mudah. “Kita anak muda harus bisa bagaimana cara kita untuk membangkitkan kesenian dan budaya kita agar tidak dicaplok negara lain,” ujarnya. 

Dapat Julukan Putri Tari Kota Angin
Putra-Putri Tari Jatim me njadi ajang pageant atau kontes kecantikan perdana yang diikuti Indah Dwi Saputri. Meski mendadak dan otodidak mempelajari kemampuan public speaking, prestasinya mengesankan.

Sesuai dengan tajuk kegiatan, ajang kecantikan itu akan menjaring putra-putri daerah yang memiliki ketertarikan dan keterampilan dalam menari. Tentu saja kemampuan tari menjadi modal utama. Namun, menari saja tidak cukup. “Seperti saat persiapan untuk Miss Cultural Indonesia, ajang ini lebih membuat saya gugup karena ini ajang pertama yang saya ikuti,” ujarnya.

Keterampilannya membawakan tarian tak perlu diragukan. Sebab, dia sudah mulai belajar menari sejak taman kanak-kanak (TK). Setelah itu mulai dari SD dan SMP, Indah selalu ikut ekstrakurikuler tari. Sehingga saat ini predikat putri tari masih melekat pada dirinya terutama di Nganjuk. Dia juga dijuluki sebagai Putri Tari Nganjuk.

Kini berbagai jenis tari-tarian bisa dibawakannya. Utamanya tari-tarian Jawa Timur. Namun, Indah juga mempelajari tari dari daerah lain. “Biasanya lebih sering Tari Gambyong. Untuk cucuk lampah, dan acara pembukaan seperti itu cocoknya memang Tari Gambyong. Tapi kalau untuk catwalk, make-up, dan public speaking baru benar-benar belajar sebelum mengikuti ajang itu,” ungkapnya.

Dia berlatih secara otodidak melalui video-video di YouTube dan media sosial. Tekadnya yang sudah bulat membuat dia tetap percaya diri untuk mengikuti tahapan seleksi. Di tahap awal, dia harus melewati seleksi administrasi. Baru kemudian tes tulis dan wawancara. Pada tes tulis dan wawancara, wawasannya terkait seni dan budaya benar-benar diuji.
Selain itu, latar belakang keluarganya memang ada yang menjadi seniman. Sehingga saat, Indah tahu potensi dan bakatnya ada pada seni tari, keluarganya mendukung penuh. “Apa yang menjadi pilihan saya selagi itu positif orang tua pasti mendukung. Terlebih saya sangat interest dengan tari sejak kecil,” tuturnya.

Meskipun saat ini masih menyandang Miss Cultural 2023 hingga Oktober tahun ini, Indah tetap aktif di dunia seni tari. Seperti seorang penari pada umumnya, dia kerap menerima job menari seperti cucuk lampah pengantin hingga menari untuk event-event. 

Jadi Model untuk MUA Kota Angin
Selain sibuk menjalankan tanggung jawab sebagai Miss Cultural Indonesia 2023, Indah Dwi Saputri juga aktif jadi Muse atau model make up artist (MUA). Sejak masih duduk di bangku SMK, Indah sudah menjalani pekerjaannya sebagai seorang model. Perjalanannya sebagi seorang model bermula saat dia diajak oleh rekannya untuk terjun di dunia modelling. “Saat itu diajak oleh teman saya dari Sawahan untuk terjun dunia modelling. Kemudian ikut event dari komunitas fotografi Nganjuk,” ujarnya.

Setelah event fotografi itu, banyak foto dari para fotografer yang beredar di media sosial. Dari sanalah mulai banyak para MUA yang meliriknya untuk dijadikan model portofolio hasil make up dan gaun. Meskipun masih sekolah, menjadi model dia tekuni. Beruntung saat itu pandemi pada 2020-2021, sehingga sekolah hanya sampai setengah hari saja. “Jadi saya bisa mengatur waktu. Pagi siang saya sekolah, kemudian sorenya saya langsung job pemotretan,” tutur Indah.

Biasanya, waktu paling ramai dari job model itu dia dapatkan saat tidak banyak orang yang menikah. Misalnya pada bulan hari raya besar banyak orang menikah itu justru menjadi momen dia beristirahat sebagai model. Namun justru panen sebagai seorang penari cucuk lampah. “Jadi ramai-ramainya menjadi Muse itu ya saat sepi nikahan. Karena perias-perias lebih sering latihan mengembangkan skill make up makanya butuh model yang bisa di-make up untuk menambah portofolionya,” terangnya.

Sebagai seorang muse tentu wajahnya selalu ditimpa oleh alat-alat make up. Hal itu kerap menjadi masalah bagi perempuan yang takut berdampak pada kulit wajahnya. Oleh karena itu, perlu perawatan agar wajah tetap sehat meski sering dipoles dengan alat kecantikan. “Saya pakai serum dan sunscreen supaya kulit wajah tetap sehat,” terangnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#miss #Sosok #nganjuk #dari