NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kabupaten Nganjuk memiliki binaragawati berprestasi. Dia adalah Debi Sisilia Samoa. Debi berhasil mengharumkan Kabupaten Nganjuk dengan meraih berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Debi, panggilan akrab Debi Sisilia Samoa, adalah warga Desa Petak, Kecamatan Bagor. Dia mulai terjun di dunia binaraga sejak 2017 silam. Ratusan piala dan piagam berhasil dia dapatkan dari berbagai perlombaan.
“ Sekitar 100 piala dan piagam penghargaan saya simpan di rumah,” ujarnya.
Awal mula Debi terjun ke dunia binaraga ari kecintaannya dengan olahraga itu. Selain itu keinginannya untuk hidup sehat membuatnya tergerak untuk menekuni binaraga. Itulah sebabnya tubuhnya juga masih ideal di usia 44 tahun.
”Saya di federasi Perbafi dibawah naungan KORMI. Dan Perbafi sendiri berafiliasi dengan Federasi Dunia WFF (World Fitness Federation),” ujar perempuan yang juga Ketua Umum Perbafi Jawa Timur ini.
Untuk perlombaan pertama yang membuatnya naik di podium adalah menjadi juara fitnes model di Jakarta pada 2017. Setelah itu, para jawaranya oleh Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) diberangkatkan ke Singapura. Debi mewakili negara berkompetisi dengan peserta mancanegara.
“Dari sanalah saya akhirnya aktif sebagai binaragawati membawa nama Nganjuk dan Indonesia di kancah Asia dan Internasional,” ujar perempuan kelahiran Jailolo, Maluku Utara (Malut) ini.
Meski begitu, perjuangannya juga tidak mudah.
Banyak hal yang dikorbankan untuk memenuhi target menjadi jawara. Salah satunya menjaga pola makan. “Harus diet khusus jelang lomba,” imbuh Debi.
“Terbaru produk olahan porang yakni bakso dan tahu bakso porang jadi perwakilan Nganjuk di Jatim Expo,” imbuhnya. Dia bercerita, tantangan yang dia alami bersama suaminya adalah kurangnya support dari pemerintah daerah. Padahal, porang adalah komoditas asli Nganjuk. Jika dikembangkan dan disupport pemerintah maka bisa jadi potensi untuk Kota Angin.
Ke depan dia dan suaminya ingin membangun hilirisasi porang berbasis industri kecil menengah (IKM). Dia ingin integrasi 100 titik IKM di Indonesia di sumber bahan baku yakni porang. “Tata niaga porang yang selama ini terjadi tidak berpihak pada petani. Program ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas harga porang di Indonesia,” ujarnya didampingi Donny, suaminya.
Pasalnya selama ini penentuan harga porang selalu ditentukan oleh pabrik. Sementara harga yang ditentukan belum menjamin para petani porang.“Itulah yang saya perjuangkan juga untuk para petani porang di Nganjuk dan seluruh Indonesia, kalau program hilirisasi dan dukungan dari pemerintah maka ke depan kontrak harga dan jaminan kontrak pembelian hasil panen menjadi paten,” terangnya. Tentunya pihaknya juga melibatkan Gapoktan, koperasi dan BUMDes,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk