Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Perkenalkan! Inilah Atlet Angkat Besi Berprestasi dari Kabupaten Nganjuk

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 19 Februari 2024 | 21:06 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Intan Nuraini layak disebut Kartini Masa Kini. Meski cewek tetapi dia tidak takut bergelut dengan olahraga yang mengandalkan kekuatan otot. Intan menjadi atlet angkat besi Kota Angin. Hasilnya, dia berhasil mengharumkan Kabupaten Nganjuk di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023.

“Saya sudah terjun di angkat besi sejak 2021,” ujar Intan Nuraini. Saat itu, dia masih berusia 15 tahun. Eventnya adalah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim 2021. Hasilnya, Intan yang masih duduk di bangku kelas X SMA ini berhasil menyumbangkan medali perunggu. Padahal, dia baru mengenal dan berlatih angkat besi sekitar enam bulan.

Kemudian, di 2023, dia terjun di Porprov Jatim 2023. Hasilnya, luar biasa. Intan berhasil menyabet medali. “Saya dapat dua perunggu di Porprov Jatim,” ujarnya bangga.
Keberhasilan meraih dua medali perunggu bukan tanpa perjuangan. Dia berlatih keras setiap hari. Dia mengangkat barbel setiap hari. Sehingga, otot tangannya menjadi kekar. “Saya ingin jadi anak muda yang bisa bermanfaat setidaknya untuk tanah kelahiran dan juga bisa membanggakan orang tua,” ujar Intan.

Meski bukan keluarga atlet tetapi Intan fokus ke dunia angkat besi. Dia ingin menjadi atlet nasional. Targetnya bisa masuk ke Asia. “Saya ingin meraih medali untuk Indonesia,” ujarnya.
Atas prestasi di Porprov Jatim 2023, Intan pun mendapatkan uang pembinaan dari Disporabudpar Kabupaten Nganjuk. Dia mendapat uang Rp 25 juta atas dua medali perunggu yang diraihnya.
Sebagian uang itu digunakan untuk membeli sepeda motor. Bukan sepeda motor baru. “Saya beli Beat bekas untuk berangkat latihan dan ke sekolah,” ujar Intan.

Walaupun sepeda motor bekas tetapi dia tidak malu. Justru, Intan merasa bangga. Baginya, uang hasil jerih payahnya itu sangat luar biasa. Karena dia bisa membeli sepeda motor setelah melalui perjuangan yang keras. “Keberhasilan ini juga atas doa dan dukungan orang tua, pelatih, guru, dan teman-teman,” ujarnya.

Harus Numpang Latihan ke Kediri
Intan Nuraini harus pandai membagi waktu. Karena dia masih duduk di bangku kelas XII SMA. Dia harus mempersiapkan ujian sekolah dan berlatih angkat besi. Seni, Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu, usai pulang sekolah, Intan bergegas ke tempat latihan di salah satu gym di Kecamatan Nganjuk. “Pulang sekolah 15.30 langsung latihan, jarak dari sekolah ke tempat gym 30 menit. Latihannya sampai malam jam 19.00,” ujar siswi SMAN 1 Pace ini.

Intan mengakui, sebagai pelajar dan atlet harus bisa membagi waktu antara belajar dan latihan. Jika tidak, maka dia bisa keteteran sehingga tugas sekolah terganggu.

Setiap pagi dia harus bangun pukul 04.30, usai salat subuh dia lanjut olahraga pemanasan untuk persiapan saat latihan sore. Sehingga waktu latihan tidak perlu pemanasan yang berlebih. Kemudian pukul 06.00 dia bergegas ke sekolah sampai pukul 15.30.

“Pulang setelah Isya itu langsung belajar dan mengerjakan tugas. Kalau tidak ada tugas ya istirahat. Kemudian harus tidur antara pukul 21.00-21.30,” terangnya.
Pola itu dia lakukan setiap hari untuk membagi waktu dan menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit. Yakni harus tidur sebelum pukul 22.00. Selain membagi waktu, dia juga harus menjaga pola makan agar berat badannya stabil. Yakni harus makan makanan tinggi protein dan susu protein. Karena olahraga angkat besi mengandalkan masa otot tubuh yang dihasilkan dari protein.

Intan bercerita bahwa cabang olahraga angkat besi di Nganjuk baru saja diresmikan bergabung KONI pada Desember 2023 lalu. Sehingga belum lengkap fasilitas penunjang latihannya. “Atlet angkat besi Nganjuk belum ada fasilitas alat angkat besinya. Jadi kami atlet latihannya pakai barbel. Kadang harus latihan ke Kota Kediri yang punya alat lebih lengkap,” tuturnya.

Sehingga dia berharap setelah ini KONI lebih memperhatikan fasilitas untuk mendukung latihan para atlet angkat besi. “Ada dua perempuan dan satu laki-laki atlet angkat besi dari Nganjuk,” imbuhnya. Intan dari awal latihan ikut kelas 49 kilogram. Saat kejuaraan Porprov 2023 lalu dia berhasil pecah rekor dan mengalahkan atlet dari Kota Kediri.

Awalnya Orang Tua Sempat Tak Merestui
Perjalanan Intan Nuraini sebagai atlet angkat besi tidak mudah. Dia harus melalui perjuangan yang keras. Orang tuanya sempat tidak merestui. Karena angkat besi lebih identic dengan olahraga laki-laki. Namun, keinginan Intan sudah bulat. Saat latihan angkat besi dia semakin ketagihan. Beberapa kali ikut latihan, Intan merasa semakin tertarik dan ingin lebih menekuni angkat besi. Apalagi dia diberitahu akan ada kejuaraan provinsi saat itu. Dia lantas makin giat latihan demi mendapat medali. “Pertama kali kejuaraan langsung dapat medali perunggu. Akhirnya saya berpikir kalau ini jalan dan rejeki saya di angkat besi,” ujarnya.

Meski saat itu dia belum mendapatkan dukungan sepenuhnya dari orang tua. Namun dia berhasil meyakinkan bahwa dia bisa berprestasi meski harus di olah raga angkat besi. “Orang tua awalnya tidak mendukung. Mereka khawatir anak cewek kok olah raga angkat besi. Itu olahraga yang biasa dilakukan anak cowok bagi orang tua saya,” ujar anak dari pasangan Madasuki dan Kholisatun ini.

Namun berkat kegigihan Intan meyakinkan orang tuanya akhir dia mendapat support penuh. Bahkan berkat dari doa kedua orang tuanya dia bisa mendapatkan medali perunggu di Porprov 2023 lalu. Intan tidak menduga bisa terjun di olahraga angkat besi. Pasalnya dari kecil dia bercita-cita ingin menjadi Polwan. Namun semakin ke sini dia merasa pesimis karena persyaratan Polwan semakin sulit. Sehingga dia beralih fokus menjadi atlet.

Ke depan dia ingin terus latihan dan mengikuti kejuaraan. Pasalnya, atlet dari Kota Kediri, Malang dan Pacitan merupakan lawan yang paling susah baginya. “Paling sering ketemu dengan atlet dari Kota Kediri, bagi saya lawan terberat saya ya mereka (Kota Kediri, Malang, dan Pacitan, red),” terangnya.

Setelah lulus SMA, Intan ingin kuliah dan kerja. Dia tidak ingin membebani orang tuanya jika harus fokus kuliah saja. “Ingin cari uang tapi tidak melupakan pendidikan,” tandasnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#Sosok #inspiratif #atlet #angkat besi