Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengintip Tokoh Kota Angin saat Bulan Suci Ramadhan (4) : Ketua IBI Kundariana Ajak Tetangga Rutin Tadarus

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 16 Maret 2024 | 01:19 WIB
Photo
Photo

Kegiatan mengaji bersama yang dimotori Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nganjuk S. Kundariana untuk ibu-ibu di Desa Sekaran, Kecamatan Loceret, dihentikan. Aktivitas itu ditiadakan selama Ramadan. Sebagai gantinya, Kun -sapaan akrab Kundariana- mengajak ibu-ibu di desanya untuk tadarus di rumah, musala, hingga masjid masing-masing.

Kundariana dikenal aktif berorganisasi. Di usia yang sudah tidak lagi muda, perempuan 56 tahun itu tidak hanya bergerak di bidang kesehatan sebagai Ketua IBI Nganjuk. Di kampungnya, ibu dua anak itu inisiator Jamaah Ngaji Al-Quran An-Nafisah di Desa Sekaran, Loceret. “Sebelum Ramadan, kegiatan mengaji ini dilakukan setiap malam. Kami memulai kegiatan ini dari 2 tahun yang lalu,” ujar Kun yang mengaku ibu-ibu di kelompok ngajinya masih tahap belajar. Jemaahnya rutin belajar setiap malam setelah salat Maghrib hingga Isya. Mereka selesai mengaji sekitar pukul 20.00 WIB atau 21.30 WIB. 
Namun, khusus Ramadan, kegiatan mengajinya diubah. “Ibu-ibu tetap mengaji tapi tidak lagi berkumpul jadi satu tempat. Sekarang mereka bisa tadarus di rumah, musala, atau masjid di sekitar rumah masing-masing jemaah,” ungkap Kun. Jika selama ini ngajinya setelah salat Maghrib maka di bulan puasa Ramadan kali ini ibu-ibu itu memulai tadarus setelah salat Tarawih hingga malam.  
Kun merasa senang. Sebab ibu-ibu yang menjadi anggota jemaahnya sangat antusias ikut tadarus Ramadan di tempatnya. Yang membuatnya bangga, mereka sudah percaya diri mengaji menggunakan pengeras suara di musala atau masjid yang tujuannya untuk mengajak warga lain berlomba-lomba mencari pahala di bulan yang penuh berkah ini. 
“Yang terpenting, semuanya membaca Al-Quran setiap hari,” lanjut Kun. Perempuan berkacamata itu bisa mengetahui semua aktivitas anggotanya karena mereka selalu berkomunikasi lewat WhatsApp. Mereka saling berbagi foto dan laporan tentang kegiatan tadarus. Hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus meningkatkan amalan selama bulan suci Ramadan. 
Padahal, sebelum bergabung dengan jamaah ngaji ini, banyak ibu-ibu yang masih malu untuk membaca Al-Quran di tempat umum. Sekarang, mereka menjadi lebih percaya diri dan lancar membaca Al-Quran. “Alhamdulillah, 2 tahun ini berjalan dengan baik. Semua menjadi bisa membaca dan sudah tidak malu-malu lagi,” papar Kun.
Bagi Kun, Ramadan merupakan kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Ia pun mengajak semua anggotanya memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar apapun,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk