Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin (10), Kepala SMPN 1 Loceret Suhardi Sukses Wujudkan Sekolah Literasi

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 10 Mei 2024 | 22:33 WIB

Photo
Photo

SMPN 1 Loceret menjadi sekolah di Kabupaten Nganjuk yang mendapatkan penghargaan dari Nyalanesia di bidang literasi. Penghargaan tersebut hingga saat ini terus melekat. Ini karena Kepala SMPN 1 Loceret Suhardi berusaha keras untuk mempertahankannya.

“Sejak 2021 sampai sekarang SMPN 1 Loceret menjadi Sekolah Literasi,” ujar Kepala SMPN 1 Loceret Suhardi. Sebagai pengganti kepala sekolaj yang lama di tahun 2022, Suhardi hanya meneruskan dan mengembangkan Sekolah Literasi. Hasilnya? Pada tahun 2023, di kepemimpinannya, SMPN 1 Loceret mendapatkan penghargaan dari Nyalanesia untuk murid sekolah dan guru pembimbing di bidang literasi.
Tentu hal ini sangat membanggakan bagi SMPN 1 Loceret. Karena masih terus mengembangkan prestasi di bidang literasi. Terutama di karya tulis. Karena itu, predikat Sekolah Literasi untuk SMPN 1 Loceret sangat layak.


Suhardi mengatakan, sejak awal memang target dari kepala sekolah lama adalah untuk pengembangan murid agar gemar menulis. Setelah pensiun, dan digantikan oleh Suhardi, maka program positif itu harus dilanjutkan. “Eman kalau memang ada program yang sedang berjalan, lalu tiba-tiba dihentikan,” ujar lelaki berusia 58 tahun itu. Apalagi Suhardi adalah guru Bahasa Indonesia. Makanya dia mendukung penuh program sekolah yang sudah berjalan satu tahun itu. Dia langsung terjun ke ekstrakurikuler sekolah. Entah ikut mengajar, atau langsung turun membina dan memotivasi siswa.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin (9) Kepala SMPN 1 Nganjuk Winarsih, Terbitkan 1.000 Eksemplar Majalah Sekolah setiap Bulan


Suhardi juga ikut turun tangan untuk membantu mengembangkan Sekolah Literasi di SMPN 1 Loceret. Dengan ilmunya yang sudah 20 tahun menjadi guru Bahasa Indonesia itu, dia selalu sempatkan waktu untuk membaca setiap karya tulis yang dibuat murid-muridnya.
Jika ada yang kurang, dia akan memberikan masukan kepada murid-murid. Bersama dengan guru pembina ekskul tersebut. Bentuk kecintaannya terhadap karya tulis dan juga ingin memotivasi kepada muridnya, jika pondasi dari suatu karya tulis itu adalah rasa ingin menulis yang tumbuh dalam diri mereka masing-masing. “Jadi memang untuk belajarnya, kami tak meminta anak-anak untuk menulis yang kami ingin. Biar keinginan muncul dari dalam diri anak,” ungkap kepala sekolah asal Desa Campur, Kecamatan Gondang itu. Semua murid bisa ikut ekskul tersebut. Tidak ada paksaan dari sekolah untuk anak ikut terjun ke literasi.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin(8), Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Aris Nasution Ajak Murid Berpikir Kritis dengan Menulis Buku


“Sistemnya sekarang sudah jadi ekstrakurikuler. Jadi minat bakat ditampung oleh sekolah. Saling belajar untuk terus mengasah literasi untuk murid-murid di sini (SMPN 1 Loceret, Red),” ungkap Suhardi. Bapak dua anak itu menambahkan, selama tiga tahun menjadi kepala sekolah di Loceret, perkembangan dan minat para murid terus meningkat. Bahkan hingga kemarin, ada 100 lebih murid yang tergabung di ekskul tersebut.


Untuk diketahui, SMPN 1 Loceret termasuk salah satu sekolah yang ikut Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional.Yang merupakan sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku ber-ISBN. “Tahun ini kami rencanakan menerbitkan buku lagi. Kumpulan tulisan dari para murid. Tahun lalu, kami sudah menerbitkan kumpulan karya, judulnya Epilog Cinta,” ujar Suhardi sembari menunjukkan buku tersebut.


Selain mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, mereka juga mendapatkan pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#loceret #radar nganjuk #jawa pos #literasi