Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kepala SMAN 1 Loceret Kusdariyadi Jadi Kepala Sekolah karena Hobi Olahraga

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 21 Mei 2024 | 05:06 WIB
Photo
Photo

Kusdariyadi dan olahraga adalah dua hal yang tak terpisahkan. Karena Kusdariyadi aktif di dunia olahraga. Karena itu ketika dia sudah menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Loceret.

“4,5 tahun lalu saya terkena stroke,” ujar Kepala SMAN 1 Loceret Kusdariyadi kepada wartawan koran ini. Kalimat itu menjadi awal cerita kepala sekolah yang sudah berusia 60 tahun itu. Meski sempat terkena stroke 4,5 tahun lalu, Kusdariyadi masih aktif menjadi kepala sekolah.
Beruntung sejak pertama terkena stroke, kesehatan Kusdariyadi terus membaik. Paling tidak kini Kusdariyadi sudah bisa kembali beraktivitas secara normal. Mulai berangkat menuju sekolah, rapat, hingga berolahraga.
Ya benar, Kusdariyadi masih aktif berolahraga hingga saat ini. Karena memang Kusdariyadi dan dunia olahraga adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Kusdariyadi pun mengaku bisa sampai di titik saat ini karena olahraga. “Olahraga yang mengantarkan saya sampai menjadi kepala sekolah seperti sekarang,” terangnya.
Sejak kecil Kusdariyadi adalah seorang atlet. Lebih spesialnya, kakek satu cucu itu adalah atlet serbabisa.
Meski menggemari sepak bola, Kusdariyadi juga aktif di beberapa cabang olahraga (cabor) lainnya. Mulai dari voli, atletik, hingga panahan.
Prestasi-prestasi di dunia olahraga itu yang mengantarkan Kusdariyadi menjadi seorang guru. Di awal karirnya Kusdariyadi langsung menjadi guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (penjaskes). Yaitu, di SMAN 1 Gondang mulai tahun 1987 hingga 2015.
Hingga selanjutnya pria yang kini berdomisili di Desa Tiripan, Kecamatan Berbek itu menjadi kepala sekolah di SMAN 1 Pace selama lima tahun. Lalu terakhir menjadi kepala sekolah di SMAN 1 Loceret sejak empat tahun yang lalu.
Bahkan di sela-selanya menjadi kepala sekolah, Kusdariyadi masih menjadi pengurus cabor. Yaitu, menjadi Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Panasi) Kabupaten Nganjuk. “Mungkin dulu sempat vacuum karena stroke sempat parah. Namun saya sudah mulai kembali lagi,” tandasnya.
Lalu olahraga apa yang biasa dilakukan oleh Kusdariyadi selama terkena stroke? Menanggapi pertanyaan itu Kusdariyadi mengaku jika olahraga yang biasa dia lakukan adalah jalan kaki secara rutin. Jika kondisi memungkinkan Kusdariyadi pun akan lari-lari kecil. “Dari dulu sudah terbiasa olahraga. Mau berhenti sudah tidak bisa,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk