Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sulap Eks Lokalisasi Kampung Baru Kertosono jadi Karaoke ++ (3), Mbak Pur Ajur, Mama Pur Paling Mujur

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:17 WIB

Photo
Photo
salah satu pengelola karaoke plus-plus di sana.

Tiga Mbak Pur tersebut standby di karaoke Mama Pur. Mulai pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB. Meski memiliki anak buah tiga cewek tetapi Mama Pur bisa menambah stoknya. Hal itu karena karaoke di sana saling kerja sama. Jika ada tamu yang butuh Mbak Pur tetapi tiga anak buah Mama Pur tidak sesuai seleranya maka dia akan mengambil Mbak Pur dari karaoke lain. “Ini yang paling muda. Usianya 26 tahun,” ujar Mama Pur saat menawarkan Mbak Pur dari karaoke lain.

Dengan menyediakan Mbak Pur, Mama Pur mendapatkan keuntungan. Room karaoke yang disewa menjadi pendapatan Mama Pur. Yaitu, Rp 60 ribu per jam. Kemudian, keuntungan dari jualan makanan, minuman keras, dan rokok yang harganya dua kali lipat dari harga pasar masuk ke kantong Mama Pur. Lalu, sewa kamar jika Mbak Pur berhasil menggaet tamu untuk diberi servis plus-plus juga jadi pendapatan Mama Pur. Uang sewa kamar tersebut Rp 50 ribu per jam.

“Saya juga dapat tip dari Mbak Pur saat melayani tamu sebesar Rp 50 ribu,” ungkap Mama Pur.

Kemudian, ada pendapatan parkir. Rp 5 ribu untuk satu sepeda motor. Uang parkir itu masuk di nota tagihan tamu setelah karaoke.

Hitungan wartawan koran ini, setiap tamu yang masuk ke karaoke, Mama Pur tidak kurang mendapatkan uang Rp 300 ribu. Padahal, dalam sehari, Mama Pur bisa mendapat 3-5 tamu untuk karaoke dan mendapatkan servis plus-plus dari Mbak Pur. Total dalam sehari, Mama Pur bisa meraup Rp 900 ribu-Rp 1,5 juta. Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan uang sekitar Rp 27 juta hingga Rp 45 juta.

Karena itulah, Mama Pur berusaha keras agar Mbak Pur tetap bertahan di lumpur dosa. Dia membuat Mbak Pur nyaman selama bekerja di karaoke plus-plus. Bahkan, dia berpura-pura menjadikan Mbak Pur seperti anak sendiri. Panggilan ‘nduk’ selalu diucapkan Mama Pur dengan lemah lembut kepada Mbak Pur.

Di lain pihak, Mbak Pur tidak merasa sebagai sapi perah Mama Pur. Dia melayani tamu dari pagi hingga malam hari. Uang dari tamu pun dibaginya kepada Mama Pur. Setiap transaksi esek-esek Rp 200 ribu, Mbak Pur memberikan Rp 50 ribu untuk Mama Pur. Padahal, dia yang bekerja pagi hingga malam hari. Dia harus menemani tamu hingga mabuk. Kemudian, terancam terkena penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/AIDS. “Saya ini kan hanya kerja. Tempat dan yang mencarikan pelanggan adalah Mama. Jadi, saya harus membagi uangnya,” ujar Mbak Pur.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk Suharono melalui Kabid

Penegak Perda Sujito mengatakan, jika praktik prostitusi dilarang. Pihaknya akan mengecek Eks Lokalisasi Kampung Baru. “Tidak boleh ada praktik prostitusi di Nganjuk,” tandasnya.

Sujito mengatakan, jika karaoke di Eks Lokalisasi Kampung Baru dijadikan sebagai kedok untuk prostitusi maka pihaknya akan menindak tegas. Penutupan akan dilakukan. “Kami akan cek ke lokasi,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk