Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Warga Nganjuk Harus Tahu! Gedung Mpu Sindok Hasil Rehab dari Balai Budaya Dahulu Ternyata Gudang Padi

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 4 Februari 2025 | 19:55 WIB
Gedung Balai Budaya Mpu Sindok Nganjuk
Gedung Balai Budaya Mpu Sindok Nganjuk

JP Radar Nganjuk - Warga Kota Bayu, Nganjuk, yang pernah tinggal di kota lama, tentu akan
terkenang dengan bangunan kuno yang kini bernama Gedung Mpu Sindok di Jln Diponegoro,
Kelurahan Mangundikaran.

Sebelumnya gedung itu dikenal dengan sebutan balai budaya.
Balai budaya merupakan salah satu legenda bangunan bersejarah di Kabupaten Nganjuk.
Pada sekitar 1980-an gedung ini pernah difungsikan sebagai Gedung Bioskop.

Karya sineas nasional kala itu kerap diputar di sini. Apalagi bila film nya box office, dengan bintangnya bang haji Rhoma Irama pasti penonton membeludak. Begitu pula dengan film komedi Warkop DKI.
Film film nasional itu bersanding dengan film India yang waktu itu juga lagi ngetrend.

Amitabh Bachchan, Hemma Maalini, dan Mithun Cakrabortty adalah idola kawula muda yang menjadi daya tarik menonton bioskop di balai budaya.

Namun sayang kejayaan bioskop tersebut tak berlangsung lama. Pada akhirnya bisnis itu
bangkrut dan balai budaya mangkrak selama bertahun-tahun.

Menilik kisah sejarahnya, awalnya balai budaya adalah gudang padi milik Soen Boen Lie.
Lokasi tepatnyadi samping Kantor Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit
Maatschappij (ANIEM), cikal bakal PLN.

Pada masa itu, demi memberikan sarana hiburan bagi para buruh dan masyarakat sekitar, di
halaman depan gudang padi kerap digelar pertunjukan wayang kulit, ketoprak, dan tayub.

Lambat laun gudang Soen Boen Lie justru tidak lagi digunakan sebagai gudang padi, namun
berubah menjadi gedung kesenian tradisional.

Hal ini ditandai dengan dipentaskannya Wayang Wong Ngesti Pandawa pada 29 Juli 1938. Saat itu, masih jarang ada pagelaran wayang orang panggung, umumnya pagelaran berupa wayang kulit.

Wayang orang panggung adalah hasil inovasi perpaduan wayang orang keraton dengan teater barat.

Karena itu, momentum pementasan Wayang Wong Ngesti Pandawa di Nganjuk menjadi peristiwa legendaris yang dimuat dalam surat kabar.

Namun sayangnya gemerlap kejayaannya Gedung Balai Budaya Nganjuk kian surut. Gedung
yang dulunya penuh semarak pertunjukan lambat laun semakin tidak jelas peruntukannya.

Hingga akhirnya pada 2016, gedung ini dipugar kembali menjadi Gedung Mpu Sindok.

Saat pandemi Covid-19 pada 2021 bangunan ini sempat menjadi tempat karantina pasien korona.

Author : Endro Purwito

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar nganjuk berita hari ini #Gedung balai budaya