NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Warga Kota Bayu, terutama yang tinggal di wilayah Nganjuk Utara, tentu sudah tidak asing dengan nama daerah Kecamatan Ngluyu.
Ya, ini adalah nama sebuah kecamatan di kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan kabupaten Bojonegoro.
Di Ngluyu menyimpan banyak keistimewaan. Hal ini tidak terlepas dari nilai historisnya atau kisah sejarah daerahnya.
Secara historis, penamaan daerah Ngluyu diyakini sejak dari zaman Kerajaan Mataram, yakni saat terjadi perselisihan antara Bupati Pati dan Panembahan Senopati.
Konon, dalam perselisihan itu menewaskan Bupati Pati, sehingga membuat seluruh pasukannya diboyong ke wilayah Mataram.
Akan tetapi, terdapat sejumlah tawanan yang melarikan diri dan mencari tempat persinggahan baru.
Tawanan yang melarikan diri tersebut memiliki satu pemimpin.
Dia dikenal dengan nama Mbah Gedong (Pangeran Soromanundjoyo) yang tiba di wilayah Ngluyu.
Penamaan Ngluyu disinyalir disematkan oleh Mbah Gedong karena di wilayah tersebut beliau menemukan batu hitam yang diselimuti lumut dan air, sehingga membuatnya licin.
Dalam bahasa Jawa, licin berarti lunyu, dan lama-kelamaan istilah tersebut diserap menjadi Ngluyu.
Dari pusat Kabupaten Nganjuk, jarak tempuh menuju Kecamatan Ngluyu lumayan jauh. Jaraknya sekitar 21 kilometer.
Sebelum sampai perbatasan Ngluyu, kita akan melewati kecamatan Gondang.
Jalan berkelok dan harus melewati hutan-hutan. Terkesan agak terpencil.
Namun suasana tenang dan lengang. Melansir data BPS, di Ngluyu hanya terdapat 14,42 ribu jiwa dengan luas wilayah 86,15 kilometer persegi.
Termasuk, wilayah tersepi di Kabupaten Nganjuk, sebab kepadatan penduduknya hanya 167,39 jiwa per kilometer persegi.
Author : Endro Purwito
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira