NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Warga Nganjuk harus waspada. Karena beredar kabar palsu atau hoaks kehadiran Ibu Ida Dayak di Kota Angin.
Dalam gambar brosur yang beredar di media sosial, Ibu Ida Dayak dijadwalkan akan datang di Gedung Balai Budaya Pu Sindok pada 17-18 Februari 2025. Pada brosur tersebut juga tertulis Bunda Dayak akan mulai melayani masyarakat mulai pukul 09.00.
Untuk semakin meyakinkan masyarakat, terdapat tulisan di bagian bawah brosur. Isinya tentang pengobatan tradisional Bunda Dayak hanya untuk 200 orang saja.
"Jangan lewatkan pengobatan tradisional Ibu Ida Dayak. Pendaftaran dibuka hanya untuk 200 orang pendaftar. Jangan sampai ketinggalan buruan daftar sekarang," begitu pesan pada brosur tersebut.
Karena merasa belum memberi izin penggunaan gedung tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk lantas mencoba menghubungi nomor kontak yang tertera pada brosur tersebut.
Apalagi Balai Budaya Pu Sindok di bawah pengelolaan Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk.
Hasilnya, panitia mengaklaim sudah mengantongi izin. Padahal pihak Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk tidak pernah mengeluarkan izin tentang kegiatan dan menggunakan gedung tersebut.
"Kok berani mengatakan sudah (mendapat izin). Mungkin tidak tahu kalau saya orang dinas (porabudpar)," kata Kepala Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih saat dihubungi melalui pesan singkat.
Lebih jauh wanita berhijab ini juga ingin mengetahui, apakah Ibu Ida Dayak akan betul-betul datang atau tidak.
Jawaban dari nomor kontak tersebut juga meragukan. Alias mengambang atau bahkan tidak ada jawaban.
Bahkan, lanjut Handariningsih, dari nomor kontak tersebut juga diketahui, bahwa untuk mendapat nomor antrian, masyarakat harus transfer terlebih dahulu. Biayanya sebesar Rp 250 ribu.
Merasa ada oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi viralnya Ibu Ida Dayak, Handariningsih mengimbau masyarakat waspada. Khususnya lebih hati-hati agar tidak mudah termakan hoaks.
"Lebih hati-hati dan selalu waspada. Jangan sampai termakan hoaks dan bahkan merugikan kita sendiri," pesan Handariningsih.
Belakangan masyarakat dihebohkan dengan kabar adanya wanita bernama Ida dari Kalimantan yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Aksinya viral di media sosial. Karena dalam setiap melakukan pengobatan dia mengenakan pakaian khas suku Dayak, warganet banyak menjuluki Ida dengan sebutan Ibu Ida Dayak.
Penulis : Syahrul Andry
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira