Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Demi Uang, Mbak Pur 3S Pasrah Kena HIV/AIDS

Novanda Nirwana • Kamis, 27 Februari 2025 | 17:30 WIB

 

Mbak Pur yang melakukan praktik 3S berisiko tertular dan menularkan HIV/AIDS. Januari 2025 ada 24 prang positif HIV/AIDS.
Mbak Pur yang melakukan praktik 3S berisiko tertular dan menularkan HIV/AIDS. Januari 2025 ada 24 prang positif HIV/AIDS.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Aktivitas 3S atau threesome yang dilakukan Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, red) sangat berbahaya bagi kesehatan.

Karena seks menyimpang itu menjadi pintu masuk virus HIV/AIDS menjangkiti pelakunya.

Tercatat, puluhan warga Kota Angin ditemukan mengidap HIV/AIDS di bulan Januari 2025.

"Ada 24 penderita HIV/AIDS yang kami temukan di Januari 2025," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto melalui penanggung jawab HIV/AIDS Nikke Nuriaty kemarin.

Mayoritas penderita HIV/AIDS tersebut tertular karena hubungan seksual.

Mereka bergonta-ganti pasangan. 3S bisa jadi sebagai pintu masuk paling mudah untuk virus HIV/AIDS.

Karena aktivitas seksual tersebut melibatkan 3 orang yang mempunyai risiko tinggi penularan HIV/AIDS.

“Hubungan seksual apapun tetap berisiko kalau dilakukan bergonti-ganti pasangan,” ujarnya.

Nikke menjelaskan, apapun jenis caranya kalau hubungan seksual itu dilakukan dengan cara yang tidak aman, atau mungkin salah satunya orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu adalah salah satu hubungan seks berisiko.

“Misalkan berhubungan seks dengan populasi kunci, seperti WPS (wanita pekerja seks), LSL (lelaki seks lelaki) dan waria. Ya penularannya dari situ,” paparnya.

Selain menular lewat hubungan intim, HIV/AIDS juga bisa menular lewat jarum suntik yang bekas dipakai penderita HIV/AIDS.

Biasanya pemakai narkoba yang tertular lewat itu. Bisa juga transfusi darah yang darahnya mengandung virus HIV/AIDS.

Kemudian, anak yang tertular HIV/AIDS dari ibu yang sudah terinfeksi.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Nganjuk yakni dengan melakukan screening.

Sampai dengan saat ini Dinkes Nganjuk dan Puskesmas terus melakukan screening.

Pencarian atau penemuan penderita HIV/AIDS secara mobile/keliling yang menyasar ke sasaran kelompok yang menyasar ke sasaran kelompok berisiko.

“Jadi kami melalui hotspot bekerja sama dengan LSM,” tambah Nikke.

Selain melakukan screening dengan menjangkau populasi kunci, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi.

“Sosialisasi dilakukan oleh Puskesmas, sesama KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah),” tandasnya.

Sementara itu, Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, red), 25, mengaku sudah mengetahui risiko tertular HIV/AIDS dari praktik 3S yang dilakukan.

Namun, dia berdalih tidak punya pilihan. "Saya melayani 3S karena butuh uang," ujar cewek asal Subang, Jawa Barat.

Mbak Pur mengatakan, selalu minta tamu memakai kondom. Namun, jika menolak, dia tidak bisa melarang.

Karena dia bekerja sebagai Mbak Pur 3S untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Pasrah dan berdoa saja agar aman," ujarnya. (nov/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#psk #Berita Hari Ini #HIV / AIDs #nganjuk #viral #Berita Terkini #Pekerja Seks Komersial (PSK) #KOTA ANGIN #prostitusi