Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tak Bisa Buka saat Bulan Suci Ramadhan

Novanda Nirwana • Senin, 3 Maret 2025 | 00:06 WIB

 

Penjual kopi asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom
Penjual kopi asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom

BULAN Ramadan mungkin menjadi waktu yang paling ditunggu oleh masyarakat. Namun mungkin tidak dialami oleh Dwi Prasetyo Aji.

Penjual kopi asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom. Karena dia tidak bisa berjualan selama puasa.

“Selama Ramadan kami tutup, soalnya ini di pinggir sawah, kalau malam ngga ada penerangan,” ujar Dwi.

Dwi memilih untuk tidak buka selama bulan Ramadan dikarenakan minimnya fasilitas yang ia punya.

Terlebih jika buka pada malam hari banyak bahaya yang mengancam konsumennya.

“Kalau malam buka, ada hewan gitu ngga kelihatan malah bahaya,” katanya sembari menyebut ia lebih memilih banting setir berjualan takjil.

Lain halnya dengan Kopi Pinggir Sawah, kopi gerobak yang ada di sekitar Alun-Alun Nganjuk lebih memilih tetap berjualan saat Ramadan.

“Tidak ada perbedaan hari biasa sama puasa, saya tetap mangkal disini,” papar Salah satu penjual kopi gerobak, Refasa Rahardian Elsatria, 17.

Menu yang ia jualpun tidak ada yang berbeda. Masih seputar perkopian dengan harga mulai Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Owner Riang Jenaka, drg.Ronny INK, M.M. Coffee shop nya tetap buka seperti hari biasanya.

Yakni pukul 08.30 hingga 22.00 WIB. Namun, saat bulan Ramadan ada beberapa menu yang berbeda dibanding biasanya.

“Ramadan ini kami trial beberapa menu baru, beberapa makanan dan minuman baru kami kenalkan kepada warga Nganjuk,” ungkapnya.

Beberapa menu tersebut antara lain olahan ayam goreng yang ada bumbu signature sendiri.

Selain itu ada beberapa menu minuman Kopte (kopi dan teh tarik) dijual di Ramadan. Mulai dari harga Rp 12 ribu hingga Rp 18 ribu.

“Sambil memperkenalkan menu-menu baru dari kami,” tandasnya. (nov/wib)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kopi #ramadhan #nganjuk #KOTA ANGIN