Banyak cara yang bisa dilakukan selama bulan suci Ramadan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pace.
Yaitu dengan mengikuti pesantren kilat. Kegiatan itu dilakukan untuk melatih kemampuan siswa di bidang agama.
Seperti berpuasa, sholat, hingga baca dan tulis Al Quran.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk memberi imbauan kepada sekolah. Isinya untuk menambah porsi pendidikan agama selama bulan suci Ramadan.
Cara yang bisa dilakukan juga sangat bervariasi. Mulai dari tadarus, pesantren kilat, hingga pondok Romadhon.
Sekolah-sekolah pun mulai melakukan imbauan tersebut. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh SDN 1 Jampes yang berada di Kecamatan Pace.
Pada tanggal 6 dan 7 Maret lalu, mereka mengadakan kegiatan pesantren kilat.
“Jadi anak-anak kami antarkan ke Pondok Pomosda (Pondok Modern Sumber Daya At Taqwa, Red) yang berada di Kecamatan Tanjunganom,” ujar Kepala Sekolah SDN Jampes 1 Pace Nganjuk, Gathot Wirotomo.
Seperti namanya, pesantren kilat ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Di sekolah yang dipimpinnya, Gathot mengatakan pesantren kilat dilakukan selama dua hari.
Yakni pada 6 dan 7 Maret. Mereka yang mengikuti adalah murid kelas 4, 5, dan 6.
“Fungsi pesantren kilat adalah untuk mempermudah mendalami ilmu agama Islam,” tambahnya.
Gathot menjelaskan tahun ini adalah tahun ketiga ia mengadakan kegiatan Pondok Ramadan. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini yang membedakan adalah kegiatan pondok Ramadan diadakan dalam 2 hari 1 malam. Mulai dari hari Kamis (6/3) hingga Jumat (7/3).
Menurut Gathot, dengan menginap di pondok, anak didiknya bisa belajar mandiri jauh dari orang tua.
Sehingga selain mengajarkan ilmu agama, tentunya juga mengajarkan mandiri. Mulai dari buka puasa hingga sahur bersama teman-teman.
“Kelebihannya di pondok itu tidak hanya ilmu agama saja, tapi ada ketrampilannya,” papar Gathot. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira