NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Toko pakaian di Nganjuk diserbu pengunjung kemarin. Bahkan, penjualannya menjelang Hari Raya Idul Fitri meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
Keramaian kian meningkat terutama di akhir pekan. Salah satu pembeli asal Kertosono, Amel Parahita, 25, mengaku memanfaatkan hari libur kemarin, untuk berbelanja baju Lebaran.
"Kebetulan tadi habis bukber jadi sekalian mampir," ujarnya. Alasan lain yang membuat Amel pilih membeli baju Lebaran lebih awal karena dia tak mau kehabisan stok baju model baju Lebaran.
Selain itu, menurutnya sudah menjadi tradisi jika Lebaran harus membeli baju baru.
"Kalau udah deket Lebaran gitu takut modelnya habis. Nyari yang gamis," imbuhnya.
Pembeli lainnya, Salma Nabila, 29, juga lebih memilih belanja baju Lebaran secara offline daripada online.
Menurutnya jika membeli offline, dia bisa mencobanya secara langsung. "Kalau online kebanyakan ukurannya ngga sesuai," katanya.
Untuk Lebaran kali ini, Salma memilih memakai gamis yang senada satu keluarga. Sehingga, dia memilih untuk berbelanja jauh-jauh hari.
"Sekalian beli sekeluarga kembaran disini," ujarnya. Pantauan koran ini, ratusan warga Kertosono tampak berbondong-bondong memadati salah satu toko baju yang berada Ruko Palem Asri, Pandantoyo, Kecamatan Kertosono.
Meski hujan, tak menyurutkan antusias warga Kertosono untuk berbelanja baju Lebaran.
Salah satu karyawan toko, Galuh, menyebut minat masyarakat menjelang lebaran tahun ini sudah mulai membeludak.
"Sudah tiga hari ini mulai ramainya," ujarnya. Jika biasanya toko baju tersebut juga melayani pembelian secara online, yakni dengan live Tiktok, lain halnya saat Ramadan.
Galuh mengaku, untuk melayani pembeli secara offline sudah kewalahan. "Kalau Ramadan tidak live dulu, soalnya offline aja sudah kewalahan," tawanya.
Galuh memperkirakan masyarakat mulai berbondong belanja setelah menerima tunjangan hari raya (THR). Dibandingkan tahun lalu, pembeli diperkirakan semakin meningkat.
"Kami sudah mempersiapkan momen ini dengan menjual pakaian, kerudung hingga sandal,’’ pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira