Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Perajin Anyaman Bambu di Nganjuk harus Merasakan Tangan yang Sering Tlusupen

Karen Wibi • Minggu, 23 Maret 2025 | 19:06 WIB

 

Perajin Anyaman Bambu di Nganjuk harus Merasakan Tangan yang Sering Tlusupen
Perajin Anyaman Bambu di Nganjuk harus Merasakan Tangan yang Sering Tlusupen

Mayoritas warga di Dusun Jawar, Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor sudah menjadi penganyam bambu selama bertahun-tahun.

Saking lamanya, penganyam bambu itu lalu memiliki kemampuan yang mungkin tak dimiliki warga biasa. Yaitu kebal dari tlusupen.

Tlusupen sendiri adalah kejadian saat potongan bambu kecil masuk ke jari seseorang. Biasanya rasa yang ditimbulkan dari ketlusupen membuat perih pada bagian yang terkena.

“Tangan itu sudah ngapal. Jadi, jarang tlusupen,” ujar Suparno, 50, salah satu penganyam bambu kepada wartawan koran ini.

Suparno menjelaskan, warga yang membuat anyaman bambu itu tidak pernah menggunakan sarung tangan. Selalu dengan tangan kosong.

Bahkan alat yang digunakan hanya sebuah parang untuk memecah bambu dan pisau yang lebih kecil memisahkan bambu lebih kecil.

Suparno mengaku tak masalah meski hanya dengan tangan kosong. Mungkin, dulu, dia sering ketlusupen. Namun seiring berjalannya waktu, tangan Suparno dan penganyam lainnya sudah kebal.

Bahkan tidak hanya tlusupen. Kadang-kadang, tangan Suparno juga ikut tergores. Maklum saja, bambu yang digunakan sangat tajam. Terlebih di bagian tepiannya.

“Tangan itu sudah sangat terbiasa. Tidak sakit lagi walaupun beberapa kali sampai luka,” tandasnya sembari mengatakan penganyaman bambu harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#anyaman bambu #nganjuk #Perajin