NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Lebaran identik dengan mudik atau pulang kampung.
Aktivitas ini sangat masif. Jutaan manusia bergerak dari satu kota ke kota lain.
Mudik dapat dilakukan dengan moda transportasi umum maupun pribadi.
Nganjuk sendiri adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang menjadi tujuan pemudik.
Bukan hanya tujuan, namun Nganjuk juga lintasan pemudik.
Karena lokasinya yang strategis. Yaitu berada di antara jalur Surabaya-Yogyakarta.
Bahkan jalur nasional juga melintas di daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Angin ini.
Karena menjadi lintasan pemudik, jutaan kendaraan melintas di Nganjuk.
Sebelum ada Tol Trans Jawa, dahulu mau tidak mau, pemudik dengan kendaraan roda dua harus melintas jalur arteri.
Alhasil, beberapa titik menjadi simpul kemacetan. Baik karena persimpangan maupun terhalang rel kereta api.
Biasanya titik kemacetan ada di Kecamatan Wilangan. Pemandangan macet di perbatasan Kabupaten Madiun ini adalah hal lumrah.
Tingginya volume kendaraan saat arus mudik, ditambah jalur yang sempit, menjadikan jalur Wilangan langganan macet.
Ditambah pula ada beberapa perlintasaan kereta api. Mebuat perjalanan semakin tersendat.
Selain itu, kemacetan kadang juga terjadi di simpang Guyangan dan terminal Nganjuk.
Keduanya jadi titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah. Ditambah adanya traffic lights.
Namun pemandangan tersebut saat ini jarang terjadi. Kendaraan banyak yang melintas di Tol Trans Jawa.
Namun kemacetan juga masih terjadi di simpang empat Kertosono hingga pertigaan Mengkreng yang nenjadi perbatasan Nganjuk, Kediri, dan Jombang.
Setiap musim Lebaran, titik tersebut masih menjadi lokasi penumpukan kendaraan.
Selain tingginya volume kendaraan dan persimpangan, di sini juga ada jalur kereta api.
Permasalahan yang terjadi dari tahun ke tahun ini semoga segera mendapat solusi dari para pemangku kebijakan.
Agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira