NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ratusan pemudik tinggalkan Kabupaten Nganjuk kemarin. Total, dalam satu hari, ada sekitar 900 penumpang kereta api (KA) yang pergi meninggalkan Nganjuk untuk kembali merantau.
Kepala Stasiun Nganjuk Daop 7 Madiun Nganjuk Jemi Trihadi mengatakan, hingga kemarin, jumlah penumpang yang meninggalkan Nganjuk mencapai ratusan. “Arus balik Lebaran terjadi sejak tanggal 1 April,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Jemi mengatakan, sesuai data di lapangan, lonjakan jumlah penumpang yang meninggalkan Nganjuk terlihat mulai awal April. Biasanya, jumlah penumpang yang meninggalkan Nganjuk berada di angka 300 penumpang setiap harinya.
Sedangkan sejak 1 April, jumlahnya terus meningkat. Rata-rata berada di angka 900 penumpang per harinya.
Lalu kapan puncak arus balik Lebaran yang menggunakan jasa kereta api? Menanggapi pertanyaan itu, Jemi mengatakan, puncak arus balik dengan transportasi kereta api terjadi pada tanggal 3 April. Pada tanggal itu, jumlah penumpang yang meninggalkan Nganjuk mencapai 1.028 penumpang.
“Sedangkan hari ini (kemarin) berada di angka 900 penumpang yang meninggalkan Nganjuk,” tambahnya sembari mengatakan arus balik diprediksi akan terjadi sampai hari ini (8/4).
Berbanding terbalik dengan jumlah penumpang yang tiba di Nganjuk. Karena jumlahnya tidak lebih banyak dibanding dengan penumpang yang meninggalkan Nganjuk. Hanya berkisar di angka 400-an penumpang.
“Untuk sebelum Lebaran akan banyak yang turun di Nganjuk, kalau setelah Lebaran akan banyak yang naik di Nganjuk,” tandas pria asli dari Kabupaten Magetan itu.
Beruntung, selama Lebaran, tidak ada kendala yang terjadi di Stasiun Nganjuk. Perjalanan dapat berjalan dengan lancar. Keberangkatan dan kedatangan kereta juga tepat waktu.
“Alhamdulillah tahun ini mudik di Stasiun Nganjuk dapat berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Terpisah, Salsabilla Putri, 34, warga dari Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk mengaku harus kembali pulang ke tempat kerja yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Alasannya karena hari ini (8/4) dia harus kembali bekerja.
“Besok (hari ini, Red) harus mulai kembali kerja,” ujarnya sembari mengatakan memilih kereta api karena jadwal keberangkatan dan kedatangan yang selalu tepat waktu. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira