NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga cabai rawit Pasar Wage Nganjuk melonjak. Kemarin (10/4), harga cabai rawit mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga cabai hanya Rp 65 ribu per kilogram.
“Kenaikan terjadi sejak tiga hari lalu,” ujar Yosep Ari, pedagang sayur di Pasar Wage Nganjuk.
Kenaikan harga cabai ini karena stok di pasar yang sedikit. Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan cabai.
Karena petani di Kediri dan Nganjuk belum banyak yang panen. Akibatnya, harga cabai di pasar naik.
sBaca Juga: Ratusan Warga Nganjuk mulai Tinggalkan Kota Angin, Stasiun Nganjuk Ramai Penumpang
“Kulakan cabai jadi ke Tuban. Karena harga cabai di Pare, Kediri sudah tinggi,” ujar Yosep.
Meski harganya kembali naik, Yosep mengatakan bahwa pembeli cabai di tempatnya tetap banyak. Terutama untuk kebutuhan memasak pedagang warung.
“Masyarakat itu tetap beli cabai untuk memasak,” ujarnya.
Sementara itu, Elvira Damayanti, 27, warga Tanjunganom mengaku kaget saat mengetahui harga cabai yang naik lagi. Karena sebelumnya, harga cabai sempat turun.
“Mahal lagi sekarang cabai,” ujarnya.
Elvira mengatakan, meski mahal, dia tetap membelinya. Hanya, jumlahnya dikurangi.
Karena jika tidak ada sambal, keluarganya tidak akan lahap saat makan. “Harus ada sambal saat makan,” ujarnya.
Elvira berharap, harga cabai segera turun. Sehingga, tidak memberatkan masyarakat. “Cabai itu penting bagi ibu rumah tangga untuk memasak dan sambal,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira