KEBERADAAN para fotografer jalanan di sekitar Alun-Alun Nganjuk sangat membantu para wisatawan.
Tentu karena mereka bisa menawarkan pengambilan foto yang bagus.
Karena memang mereka menggunakan kamera profesional. Yaitu kamera DSLR.
Baca Juga: Ini yang Jadi Tantangan ketika Menjadi Fotografer Jalanan Nganjuk
Selain itu, harga yang ditawarkan juga cukup murah. Hanya Rp 5 ribu per file.
Namun meski murah, dalam satu hari, para fotografer jalanan ini dapat meraup untung hingga jutaan rupiah.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kristian. Fotografer jalanan itu mengatakan, harga yang ditetapkan adalah Rp 5 ribu per file.
Namun tentunya para wisatawan dapat mengambil paket yang lebih murah. Seperti paket Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
Baca Juga: 7 Rutinitas Minggu Pagi Bersama Keluarga untuk Momen Berkualitas
“Harga per file Rp 5 ribu, kalau paket lebih murah ada yang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu,” kata pria yang kini berusia 27 tahun itu.
Setelah difoto, para fotografer jalanan biasanya akan memperlihatkan hasil jepretannya kepada pengguna jasa.
Foto yang disukai akan dikirim langsung ke ponsel milik wisatawan melalui bluetooth agar resolusinya tidak turun.
Baca Juga: Jangan Asal! Ini Bahaya yang Bisa Kamu Tularkan Jika Mencium Bayi
Namun ada juga yang melalui whatsapp.
“Jadi saya jepret satu dua kali diperlihatkan ke customer ambil atau tidak, kalau tidak langsung kami hapus,” paparnya.
Pria yang baru menjalani pekerjaan itu mengaku mendapatkan hasil yang lumayan banyak, apalagi pada saat momen libur panjang.
Baca Juga: 11 Peristiwa Penting Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Dalam sehari ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 juta pada saat libur seperti lebaran kemarin.
Bahkan ia sampai dibantu oleh temannya.
“Penghasilannya tidak menentu, tergantu cuaca dan hari-hari besar. Kalau sepi ngga pernah dapat pun juga pernah,” ungkap Kristian.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Adanya Tugu Pecel di Kertosono
Namun, menurutnya hasil yang besar juga harus dibarengi dengan pelayanan yang baik dan ramah.
Menurut Kristian, komunikasi yang baik dengan wisatawan menjadi kunci jasa para fotografer.
Membuka jasa fotografer sudah ia tekuni dari tahun 2019 lalu. Awalnya ia tidak kepikiran untuk membuka jasa tersebut.
Baca Juga: Kutukan Pengguna Nomor Punggung 9 Pemain Chelsea, Mitos atau Fakta?
Saat itu ia membuka rental kamera, namun ada beberapa customer yang menanyakan apakah bisa ngefotoin.
Sejak saat itulah ia belajar fotografi.
“Akhirnya belajar-belajar sampai sekarang jadi pekerjaan utama,” paparnya.
Baca Juga: Cair Lagi 1 Mei! Pensiunan PNS Golongan I-IV Siap-Siap Terima Gaji Plus 3 Tunjangan dari PT Taspen
Dia pun tak hanya membuka jasa fotografer jalanan saja, melainkan ia juga membuka foto studio dan panggilan foto untuk hari-hari penting seperti lamaran, wedding dsb. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira