PEMANDANGAN di sekitar Alun-Alun Nganjuk tidak terlihat seperti biasanya. Paling tidak, sekitar satu hingga dua bulan lalu, ada hal baru di sekitar alun-alun.
Yaitu fotografer jalanan. Biasanya fotografer tersebut berada di sebelah Selatan Alun-Alun Nganjuk.
Fotografer jalanan itu mangkal di lokasi tersebut nyaris setiap hari. Mulai dari sore hingga malam hari.
Baca Juga: Sehari Omzet Fotografer Jl A. Yani Nganjuk bisa Jutaan Rupiah
Tentu mereka tidak hanya sekedar hobi memfoto orang. Namun juga menawarkan jasa foto.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kristian, 27, warga Desa/Kecamatan Loceret.
Dia mengatakan, sejak awal buka, sudah ada ratusan wisatawan yang menggunakan jasanya.
Baca Juga: Ini yang Jadi Tantangan ketika Menjadi Fotografer Jalanan Nganjuk
“Total sudah banyak yang datang ke sini,” ujarnya.
Kristian ternyata tidak sendirian. Dia juga ditemani seorang teman yang juga fotografer.
Mereka biasanya bertemu di Alun-Alun Nganjuk sejak sore hari. Mulai dari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.
Baca Juga: Jangan Asal! Ini Bahaya yang Bisa Kamu Tularkan Jika Mencium Bayi
“Sehari biasanya puluhan yang minta difoto,” tambahnya.
Biasanya yang menjadi pelanggan jasa Kristian ini adalah seorang wisatawan.
Namun juga ada warga lokal. Namun saat libur Lebaran, pengunjungnya juga banyak dari warga perantauan yang sedang pulang ke Nganjuk.
Baca Juga: 11 Peristiwa Penting Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
“Kebanyakan foto keluarga, orang perantau kalau kangen Nganjuk pasti foto disini buat kenang-kenangan,” imbuhnya.
Bahkan warga dari luar kota pun kerap kali menggunakan jasanya untuk foto. Kebanyakan daerah Surabaya dan Jawa Barat.
Menurutnya, jasa yang ia tawarkan terbilang murah jika dibandingkan dengan foto studio.
Baca Juga: Inilah 5 Rekomendasi Catokan Rambut dengan Harga di bawah Rp200 Ribu, Terjangkau untuk Pelajar
“Biasanya kalau nyari yang lebih murah kan disini, kalau di studio minimal Rp 100 ribu,” jelasnya.
Secara teknis, Kristian memotret sesuai dengan keinginan wisatawan atau orang yang membayar jasanya.
Background dan posenya pun juga yang menentukan customer.
Baca Juga: 8 Universitas Terbaik di Swedia yang Tawarkan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia
Namun lokasinya tetap di sekitar area Alun-Alun Nganjuk. Mulai dari jalanan A. Yani, 20 pilar, Alun-Alun Nganjuk, dan lokasi di sekitarnya.
“Biasanya pose customer dulu, kalau sudah mentok ngga ada ide pose baru kami arahkan,” jelasnya. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira