JP Radar Nganjuk- Di mana desa terkecil di Kabupaten Nganjuk? Bukan di Kecamatan Pace atau Baron. Bukan pula di Kecamatan Bagor atau Gondang. Tetapi berada di Kecamatan Patianrowo.
Namanya Desa Pakuncen yang terletak di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.
Pakuncen adalah sebuah desa terkecil berpenduduk paling sedikit di Kabupaten Nganjuk. Dengan luas 0,11 kilometer persegi (km2), pada 2024 silam jumlah penduduknya sebanyak 355 jiwa.
Wilayah Patianrowo berbatasan dengan Kabupaten Jombang di sisi timur. Batas wilayahnya dipisahkan oleh Sungai Brantas.
Wilayah kecamatan ini seluruhnya berada di dataran rendah dengan sebagian besar lahannya dimanfaatkan sebagai lahan persawahan.
Patianrowo terkenal dengan pabrik gula bernama PG Lestari. Lokasinya di Desa Lestari. Pabrik ini berdiri pada zaman Belanda.
Tepatnya pada tahun 1909 dan sekarang dikelola oleh Perkebunan Nusantara X. Nama Patianrowo juga lebih dikenal karena merupakan tempat kelahiran Menteri Penerangan masa Orde Baru (orba) Harmoko dan sekarang diperingati dengan sebuah monumen di Desa Rowomarto.
Sedangkan Desa Pakuncen sendiri, mempunyai keluasan wilayah 11,170 hektare (Ha). Tanahnya berupa sawah bonorowo 2,5 Ha, selebihnya berupa tanah tegalan dan pekarangan, seperti lazimnya kawasan tanah desa pada umumnya. Secara geografis Pakuncen berada sekitar 6 Km arah utara Kertosono.
Pakuncen mungkin tak dikenal orang andaikata di sana tak terdapat makam Temenggung Kopek. Makam ini bersebelahan dengan Masjid Makam yang merupakan masjid kuno.
Tempat ibadah umat muslim itu dinamakan Baitur Rahman. Secara administratif, sebenarnya Pakuncen tidak memenuhi syarat sebagai desa.
Sebab dilihat dari jumlah penduduknya saja, berdasar Peraturan Mendagri Nomor 4 Tahun 1981, tidak memenuhi syarat.
Dalam Permendagri itu menetapkan bahwa pembentukan desa setidak-tidaknya memiliki 500 kepala keluarga (KK) atau sedikitnya memiliki 2.500 Jiwa.
Namun dengan berbagai pertimbangan, Pakuncen tetap dianggap sebagai desa yang sejajar dengan desa lainnya.
Karena itu di sana hanya ada RT 01 sekaligus RW 01. Menariknya lagi, Desa Pakuncen tidak memiliki sekretaris desa dan perangkat desa lain.
Semua tugas perangkat desa dari Kepala Desa sampai modin dijabat satu orang. Keadaan seperti ini tentu aneh.
Namun Pemerintah Daerah kabupaten Nganjuk membiarkan keunikan desa Pakuncen. Sampai sekarang tidak dituntut harus melengkapi pejabat perangkat desanya.
Dahulu Desa Pakuncen merupakan pusat dari Kadipaten Posono dan memiliki keistimewaan sebagai lokasi pemakaman berbagai bangsawan penting dari masa Mataram Islam, salah satunya yang paling terkenal adalah Temenggung Kopek yang merupakan istri dari Bupati Kadipaten Posono RMT Poerwadiningrat yang juga pernah menjadi Bupati Magetan di tahun 1750-an.
Kadipaten Posono nantinya mengalami pemindahan ibukota ke arah selatan dan berubah nama menjadi Kabupaten Kertosono.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira