NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ibadah Jumat Agung di Kabupaten Nganjuk berjalan khidmat kemarin (18/4). Salah satunya seperti yang terjadi di Gereja GKJW Aditoya, Kecamatan Pace. Ibadah lalu ditutup dengan perjamuan suci.
Dari pantauan koran ini, ibadah Jumat Agung berlangsung serentak di seluruh gereja di Kabupaten Nganjuk. Di GKJW Aditoya, ibadah berlangsung mulai pukul 07.00 WIB.
Pendeta GKJW Aditoya Wawuk Kristian Wijaya mengatakan, ibadah kemarin menjadi rangkaian tiga hari suci bagi umat Kristiani selama paskah. Yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Lalu ditutup dengan Minggu Paskah yang akan dilakukan besok (20/4).
“Jumat Agung diperingati sebagai hari kematian Tuhan Yesus karena disalib,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Jalannya ibadah Jumat Agung juga berjalan dengan khidmat. Dimulai dengan puji-pujian. Lalu dilanjutkan dengan teatrikal penyaliban Tuhan Yesus. Lalu khotbah, dan ditutup dengan perjamuan suci.
Sedangkan dalam ibadah Jumat Agung tahun ini, tema yang diambil adalah Memandang Salib Rajaku. Dengan arti yaitu melihat tindakan-tindakan Tuhan Yesus yang dianggap sebagai raja oleh umat Kristiani. Salah satunya adalah menentang sifat koruptif. Mulai dari kolusi, korupsi, hingga nepotisme.
“Umat Kristiani harus mengingat kembali kalau sifat-sifat koruptif itu akan menjauhkan dari Tuhan,” tambahnya.
Setelah itu, ibadah dilanjutkan dengan perjamuan suci. Yaitu prosesi makan roti dan minum anggur oleh jemaat yang sudah dibaptis. Prosesi itu sendiri adalah pengulangan kejadian sebelum Tuhan Yesus disalib. Menurut cerita di Alkitab, sebelum disalib, Tuhan Yesus melakukan perjamuan suci bersama murid-muridnya.
“Kami juga percaya perjamuan itu akan mendekatkan kita dengan Tuhan,” imbuhnya sembari mengatakan prosesi itu menjadi penutup dalam ibadah Jumat Agung.
Lebih lanjut, Wijaya mengatakan masih ada rangkaian dalam rangka Hari Raya Paskah. Seperti besok, akan ada ibadah Minggu Paskah pada pukul 04.00 WIB. Di dalam ibadah itu akan dilanjutkan dengan kegiatan mencari telur oleh anak sekolah minggu. “Sedangkan perayaan Paskah akan kami lakukan pada 30 April mendatang,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira