MENJADI Duta GenRe Kabupaten Nganjuk 2025 tentu bukan perkara mudah. Bahkan bagi Zaky Aufa Ramadhan dan Catherine Nuriza, banyak hal yang harus dikorbankan. Salah satunya adalah waktu untuk istirahat.
Hal itu seperti yang dialami oleh Catherine. Bahkan satu hari menjelang grand final, Catherine mengaku tak sempat tidur. Alasannya karena waktu tidurnya itu digunakan untuk belajar materi.
“Sempet ngga tidur juga karena kan harus make up juga,” ujar Catherine.
Namun Catherine mengaku tak masalah.
Baginya, untuk menjadi Duta GenRe 2025, memang harus ada hal yang dikorbankan. Salah satunya ya waktu tidur itu.
Karena menurut Catherine, materi yang harus dihafal saat grand final benar-benar banyak.
Selain ada materi, ada juga kelas-kelas seperti belajar catwalk, beauty class, dan lain sebagainya.
“Motivasi ikut duta genre yakni tentunya untuk membanggakan kedua orang tua, menggapai prestasi setinggi-tingginya,” ungkap Catherine.
Sementara itu, Zaky masih sedikit beruntung. Dia memiliki jam tidur lebih banyak dibanding dengan Catherine.
Meski pun waktu tidurnya itu juga masih jauh dari kata cukup. Yaitu hanya sekitar tiga jam saja.
“Kalau cowo kan make up nya cepet jadi tidur jam 2 bangun jam 5,” ujarnya.
Sama seperti Catherine, Zaky juga mengaku tak masalah.
Karena memang dia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Salah satunya untuk menghafal seluruh materi.
Materi itu juga dia pelajari saat masa karantina dan setelah gladi pun ia sempatkan belajar materi.
“Prepare sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik,” papar Zaky.
Keputusan mereka untuk ikut dalam ajang pemilihan Duta GenRe ini didasari tekad dan niatan agar bisa memberi perubahan terhadap Kota Angin agar lebih baik. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira