Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pesilat Nganjuk Diminta Tidak Terprovokasi Bentrok di Madigondo Magetan  

Elna Malika • Senin, 21 April 2025 | 17:15 WIB
Pesilat Nganjuk Diminta Tidak Terprovokasi Bentrok di Madigondo Magetan  
Pesilat Nganjuk Diminta Tidak Terprovokasi Bentrok di Madigondo Magetan  

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Para pesilat di Kabupaten Nganjuk diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh insiden bentrokan antar dua kelompok perguruan pencak silat di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, pada Minggu sore (20/4/2025).

Kericuhan tersebut, yang melibatkan ratusan anggota dari dua perguruan silat, dikhawatirkan dapat memicu ketegangan di wilayah lain, termasuk Nganjuk.

Untuk itu, semua pihak diminta menjaga sikap agar suasana di Kota Angin tetap kondusif.

Berdasarkan laporan Jawa Pos Radar Madiun, bentrokan di Madigondo terjadi ketika rombongan salah satu perguruan silat, yang baru menghadiri acara halalbihalal, berpapasan dengan kelompok perguruan silat lain di Jalan Raya Magetan-Madiun.

Tanpa sebab yang jelas, kedua kubu langsung terlibat aksi saling serang dengan melempar batu, kayu, dan bahkan beberapa di antaranya membawa senjata tajam.

Situasi ini menciptakan kepanikan di kalangan warga setempat, membuat pedagang menutup toko dan arus lalu lintas di jalur utama lumpuh total.

Ketua salah satu perguruan silat di Nganjuk, yang enggan disebutkan namanya, menegaskan pentingnya menahan diri demi mencegah konflik serupa terjadi di wilayahnya. “Kami mengimbau seluruh anggota untuk tidak terprovokasi.

Mari jaga nama baik perguruan silat dan hindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar semua pesilat di Nganjuk fokus pada pengembangan ilmu pencak silat sebagai budaya dan olahraga, bukan sebagai alat untuk memicu konflik.

Aparat kepolisian di Nganjuk juga meningkatkan kewaspadaan pasca-insiden di Magetan. Kapolres Nganjuk, AKBP Mohamad Syafi’i, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan perguruan silat di wilayahnya untuk mencegah potensi gesekan.

“Kami sudah mapping potensi konflik dan mengimbau semua pihak untuk menjaga situasi tetap aman. Jangan sampai kejadian di Magetan terulang di sini,” tegasnya.

Warga Nganjuk, seperti yang diungkapkan oleh Siti Aminah, seorang pedagang di Pasar Kertosono, berharap tidak ada dampak lanjutan dari bentrokan di Magetan.

“Kami ingin suasana tetap damai, apalagi menjelang Lebaran kedua ini banyak acara. Semoga semua bisa menahan diri,” katanya.  

Insiden di Madigondo menjadi pengingat bahwa rivalitas antar perguruan silat harus dikelola dengan bijak. Pihak kepolisian dan tokoh masyarakat di Nganjuk kini tengah memperkuat dialog dengan berbagai perguruan silat untuk memastikan tidak ada eskalasi ketegangan.

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan Nganjuk tetap menjadi wilayah yang aman dan kondusif bagi seluruh warganya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bentrok #berita nganjuk hari ini #pesilat #psht #Kabupaten Nganjuk #madiun