NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Bupati Marhaen Djumadi menjenguk Sunaji, korban salah amuk massa di Pasar Warujayeng, kemarin.
Marhaen datang sekitar pukul 15.30 WIB. Dia langsung menuju ke rumah Sunaji, 31, warga Jarakan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom.
kedatangan orang nomor satu di Nganjuk itu langsung mendapat perhatian warga sekitar. Warga rela berpanas-panasan menunggu Marhaen berjam-jam.
Saat Marhaen datang puluhan warga langsung menggeruduk mobil dinas. Marhaen langsung menyapa beberapa warga yang menunggunya dan bersalaman. Kemudian, Marhaen masuk ke rumah Sunaji. Di sana, dia disambut oleh keluarga Sunaji.
“Kemarin saya di WhatsApp warga saya, katanya ibunya juga kritis makanya saya langsung ke sini hari ini,” ujar Marhaen saat bersalaman dengan keluarga Sunaji.
Saat di jenguk oleh Marhaen, Sunaji tampak diam. Dia terlihat takut. Kemudian, bersembunyi. “Mungkin trauma karena melihat banyak orang. Jadi, takut,” ujar Marhaen.
Setelah mengetahui kondisi Sunaji, Marhaen langsung ngobrol bersama keluarga dan perangkat desa di ruang tengah. Namun Sunaji enggan menemui lantaran dia masih trauma.
Setelah duduk dan mengetahui keluhan Sunaji, Marhaen lantas memberikan saran untuk dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono untuk menjalani perawatan.
“Jadi korbannya dulu yang ditangani, karena yang dilihat itu fisiknya dulu. Diperiksa semua, mana yang bisa diobati langsung,” jelasnya.
Menurut Marhaen, selain fisik, trauma yang diderita oleh Sunaji juga tak boleh lepas dari pantauan. Sehingga, dia juga menyarankan nantinya untuk memeriksakan kondisi traumanya. “Yang paling penting juga traumanya,” paparnya.
Setelah dilakukan pemeriksan terhadap Sunaji, Marhaen juga akan berdiskusi dengan kapolsek dan camat untuk mendalami kronologisnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Marhaen berharap warganya tidak main hakim sendiri. Karena bisa merugikan orang lain.
Apalagi, jika salah sasaran. “Jangan main hakim sendiri yang merugikan masyarakat, ya kalau bener, kalau salah kayak gini gimana,” ujarnya.
Terkait proses hukum yang berlaku nantinya, Marhaen menyebut nantinya akan berdikusi dengan pihak terkait terlebih dahulu. “Cari yang pas itu mediasi atau apa. Kita lihat dulu perkembangannya,” ujarnya.
Sementara itu, Binti Qoiriah, 23 adik Sunaji, mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Nganjuk yang sudah menjenguk kakaknya di rumah. Ia menyebut, kedatangan Marhaen tentunya meringankan beban keluarga.
“Beliau juga menyarankan untuk dibawa ke RSD Kertosono agar diobati,” paparnya. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika