NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jalan Ahmad Yani Nganjuk akan ditutup pada Minggu (27/4). Karena Pemkab Nganjuk membuat gebrakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.088 Nganjuk.
Bupati Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro berencana menggelar Tasyakuran Massal 1.088 Tumpeng.1.088 Tumpeng ini sebagai penanda Hari Jadi Nganjuk yang ke-1.088 tahun.
Rencananya, Tasyakuran Massal 1.088 Tumpeng akan dilaksanakan pada Minggu (27/4). Lokasinya ada di sepanjang Jalan A. Yani utara hingga sekitar Alun-Alun Nganjuk.
“Rencananya pukul 08.00 WIB hingga selesai,” ujar Kang Marhaen-panggilan akrab Marhaen Djumadi.
Otomatis, jika ada acara yang melibatkan ribuan orang tersebut maka Jalan A. Yani Nganjuk akan ditutup sementara. Setelah acara selesai, Jalan A. Yani Nganjuk akan dibuka kembali.
Biasanya, Satlantas Polres Nganjuk dan Dinas Perhubungan Nganjuk akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.
“Ayo jaga ketertiban dan kebersihan selama acara,” ajak Kang Marhaen.
Kang Marhaen mengatakan, Tasyakuran Massal 1.088 Tumpeng ini sebagai wujud gotong royong warga Kabupaten Nganjuk.
Mereka merasa memiliki Nganjuk. Sehingga, ingin memeriahkan Hari Jadi Nganjuk secara eksklusif. Yaitu, dengan menyediakan 1.088 tumpeng.
Rencananya, tumpeng itu akan dimakan bersama warga. Kang Marhaen bersama Mas Handy dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nganjuk akan membaur bersama masyarakat di Tasyakuran Massal 1.000 Tumpeng.
Selama memimpin Nganjuk selama ini, Kang Marhaen menilai warga Nganjuk adalah warga yang suka bergotong royong.
Sebelum acara Tasyakuran Massal 1.088 Tumpeng, pihaknya pernah menggelar Teplekan. Yaitu, bantuan secara sukarela untuk meringankan beban warga akibat pandemic Covid-19.
“Saat itu Teplekan juga sukses. Warga secara sukarela menyumbang untuk membantu warga yang terdampak Covid-19,” ujarnya. (tyo)
Editor : Elna Malika