Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sejarah IBI : Organisasi Profesi Bidan dengan Misi Mulia

Syahrul Andry Wahyudi • Senin, 28 April 2025 | 03:05 WIB
Sejarah IBI : Organisasi Profesi Bidan dengan Misi Mulia
Sejarah IBI : Organisasi Profesi Bidan dengan Misi Mulia

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) adalah organisasi profesi yang mewadahi para bidan di seluruh Indonesia. IBI didirikan pada 24 Juni 1951 di Jakarta.

IBI lahir dari kebutuhan akan penyatuan tenaga bidan di Indonesia dalam satu wadah. Dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme serta peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Sebelum resmi berdiri, ternyata IBI memiliki sejarah panjang. Sebelum kemerdekaan, pendidikan dan praktik kebidanan di Indonesia sangat terbatas. 

Tenaga bidan umumnya mendapatkan pendidikan dari sekolah bidan yang dibuka oleh pemerintah kolonial. Serta banyak yang bekerja secara mandiri di daerah pedesaan.

Setelah kemerdekaan, kebutuhan akan tenaga kesehatan, terutama bidan, menjadi sangat penting dalam. Hal ini berkenaan upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Melihat peran penting bidan dalam masyarakat, beberapa tokoh kebidanan di Indonesia memprakarsai pembentukan organisasi profesi yang dapat menyatukan bidan di Indonesia.

Maka, pada tahun 1951, dibentuklah Ikatan Bidan Indonesia. Dan yang disahkan pada Kongres I di Jakarta.

Setelah didirikan, IBI terus berkembang. Baik dalam jumlah anggota maupun kiprah organisasinya. 

IBI juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah dan organisasi internasional. Seperti WHO, UNFPA, dan FIGO untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Indonesia.

IBI telah memiliki struktur organisasi dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota. Bahkan hingga tingkat ranting atau di kecamatan. 

Organisasi ini juga berperan dalam pembinaan etika profesi, dan peningkatan kompetensi. Termasuk advokasi kebijakan terkait kesehatan ibu dan anak.

IBI berkomitmen mendukung program-program kesehatan nasional seperti:

• Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

• Program Keluarga Berencana

• Promosi Kesehatan Reproduksi

• Pelayanan kesehatan di daerah terpencil

IBI juga menjadi wadah pendidikan berkelanjutan bagi para bidan. Yakni melalui pelatihan, seminar, dan kongres nasional maupun internasional.

Sejak berdirinya pada tahun 1951, IBI telah menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan nasional. Dengan visi menjadikan bidan sebagai tenaga profesional yang diakui dan dipercaya masyarakat, IBI terus berkembang dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak di Indonesia.

Di Nganjuk sendiri, IBI telah mengalami berbagai perjalanan. Bahkan telah menggelar musyawarah cabang (muscab) ke VIII, Minggu (27/4).

Pada muscab ini, Anis Hanifah terpilih sebagai ketua IBI Nganjuk. Dia meneruskan perjuangan ketua sebelumnya, S. Kundariana.

Editor : Elna Malika
#ikatan bidan indonesia (ibi) #profesionalisme #radar nganjuk #kesehatan ibu dan anak #bidan #ibu dan bayi #sejarah