NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan kekayaan tradisi dan semangat kebersamaan. Menyemarakkan hari jadi ke 1.088, pemerintah daerah setempat menggelar tasyakuran.
Tidak tanggung-tanggung, tasyakuran ini berlangsung massal. Bahkan tersedia sebanyak 1.088 tumpeng.
Acara yang berlangsung semarak ini baru pertama kali digelar. Hal ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diterima sepanjang tahun.
Tasyakuran berlangsung di Alun-Alun Nganjuk. Ribuan warga dari berbagai kecamatan turut terlibat dan membawa tumpeng hasil swadaya masing-masing.
Total 1.088 yang ada adalah menyimbolkan usia Nganjuk. Sebuah angka simbolik yang menyiratkan harapan akan kesatuan, keberlimpahan, dan keberkahan.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
“Tasyakuran ini bukan hanya wujud rasa syukur, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan persatuan,” ujarnya.
Usai doa bersama, tumpeng-tumpeng tersebut dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Suasana penuh keakraban pun tercipta.
Menggambarkan filosofi tumpeng. Yakni sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan hidup.
Acara tasyakuran massal 1.088 tumpeng ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Sehingga dapat menarik wisatawan sekaligus menguatkan identitas budaya lokal Nganjuk.
Editor : Elna Malika