Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Larung Sesaji di Bendungan Baduk Tanjunganom Nganjuk Jadi Tontonan Wisatawan, Seperti Apa Kegiatannya?

Karen Wibi • Rabu, 30 April 2025 | 18:07 WIB
Prosesi larung sesaji di Bendungan Baduk kemarin. Ratusan orang melihat di atas jembatan saat pelarungan sesajen, sebagai bentuk wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.
Prosesi larung sesaji di Bendungan Baduk kemarin. Ratusan orang melihat di atas jembatan saat pelarungan sesajen, sebagai bentuk wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bendungan Baduk yang berada di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom mendadak ramai kemarin (29/4). Mereka datang tidak untuk mencari ikan, melainkan untuk melarung sesaji.

Dari pantauan wartawan koran ini, kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dimulai dengan doa bersama yang dilakukan di sisi timur Bendungan Baduk. Doa bersama itu diikuti oleh perangkat desa, kecamatan, hingga para pedagang yang biasa berjualan di area Bendungan Baduk.

“Larung sesaji ini dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Kepala Desa (Kades) Malangsari Mujianto kepada awak media kemarin. Selepas melakukan doa bersama, puluhan orang itu lalu turun ke Sungai Baduk.

Mereka menyiapkan empat pohon pisang yang dirakit seperti perahu. Di atasnya diletakkan berbagai macam barang.

Seperti ingkung ayam, bunga, jajanan pasar, dan masih banyak yang lainnya. Setelah semuanya lengkap, perahu dari pohon pisang itu lalu dilarung.

Hingga akhirnya hilang terbawa arus sungai. Mujianto menyebut, kegiatan larung sesaji itu baru dilakukan dua tahun terakhir.

Tujuan pertama adalah sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Terutama setelah Covid-19, masih banyak pedagang yang bertahan berjualan di area Bendungan Baduk.

Sedangkan tujuan kedua adalah untuk daya tarik wisata. Karena saat diadakan larung sesaji, ada puluhan bahkan ratusan masyarakat yang datang.

Mayoritas mereka datang karena penasaran. Karena di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan larung sesaji itu tidak pernah dilakukan.

“Ketika Bendungan Baduk ramai, pasti keuntungan akan didapat para penjual. Entah penjual makanan atau ikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurindah, 34, warga Desa Kecubung, Kecamatan Pace mengaku penasaran dengan kegiatan larung sesaji yang diadakan di Bendungan Baduk. Menurutnya kegiatan itu bisa dijadikan sebagai hiburan gratis.

“Apalagi suasana di sini sejuk, jadi enak sambil nonton kegiatan larung sesaji,” ujarnya. (wib/tyo)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #nganjuk hari ini #nganjuk #berita nganjuk terbaru #larung sesaji #bendungan #berita nganjuk terkini #budaya