NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Ribuan warga Kabupaten Nganjuk menyerbu Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Nganjuk pagi kemarin (4/5). Mereka datang untuk menyaksikan Parade dan Gebyar Jaranan dalam rangka Hari Jadi Nganjuk ke 1.088.
Dari pantauan koran ini, jaranan terbagi ke dalam dua acara. Acara pertama adalah parade jaranan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Sedangkan acara kedua berlangsung di Alun-Alun Nganjuk.
“Parade dan Gebyar Jaranan ini adalah bentuk perayaan dalam rangka Hari Jadi Nganjuk,” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada awak media kemarin.
Untuk parade, kegiatan dimulai dari depan SMAN 2 Nganjuk. Parade itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Dengan pembukaan yang dilakukan oleh Marhaen Djumadi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.
Setelah dibuka, sebanyak 68 grup jaranan dari Kabupaten Nganjuk melakukan parade di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Dengan garis finish berada di Alun-Alun Nganjuk.
Kegiatan tidak selesai begitu saja. Karena kegiatan masih dilanjutkan di Alun-Alun Nganjuk. Kini gantinya adalah Gebyar Jaranan. Kegiatan itu dilakukan oleh 10 grup jaranan. Mulai pukul 13.00 WIB hingga sekitar 16.00 WIB.
“Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan jaranan di sepanjang Jalan Ahmad Yani,” tambahnya.
Lebih lanjut, Marhaen mengatakan kegiatan jaranan kemarin menjadi satu rangkaian Hari Jadi Nganjuk ke 1.088.
Tujuan dari kegiatan itu adalah bentuk dari syukuran karena Nganjuk sudah berusia 1.088. Selain itu kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan budaya dari Kabupaten Nganjuk. Khususnya jaranan.
“Mari kita semua terus mempromosikan budaya lokal kita sendiri,” tandasnya.
Sementara itu, Miftahul Huda, 28, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk.
Pertama karena kegiatan tersebut dapat memberi hiburan gratis kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mengenalkan budaya lokal.
“Semoga kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya singkat.
Editor : Elna Malika