NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk sukses menggelar Parade dan Gebyar Jaranan kemarin.
Acara yang baru pertama kali ini diikuti dan didukung ribuan seniman Kota Angin yang tergabung dalam Paguyuban Jaranan Nganjuk (Pajang).
Rangkaian kegiatan diawali dari Jalan Anjuk Ladang. Yang memimpin upacara pemberangkatan adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Bupati hadir bersama Ketua TP PKK S. Wahyuni Marhaen, dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro beserta istri. Serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).
Dalam sambutannya bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini mengatakan, gelaran parade dan gebyar jaranan adalah upaya melestarikan seni dan budaya.
Apalagi saat ini bertepatan momen peringatan Hari Jadi ke-1.088 Nganjuk.
“Monggo masyarakat dapat menggali potensi kesenian dan budaya lain untuk kita lestarikan,” ujar Kang Marhaen.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih menambahkan, parade diikuti sebanyak 78 grup jaranan dari 17 kecamatan. Sedangkan, gebyar jaranan diikuti 10 grup.
Adapun parade berlangsung pagi hari dari Jalan Anjuk Ladang menuju Alun-Alun Nganjuk. Sedangkan gebyar jaranan, berlangsung siang hingga sore hari di alun-alun.
“Usai parade dilanjut gebyar jaranan. Gebyar diikuti 10 grup yang berkolaborasi menyajikan 3 penampilan,” tambahnya.
Handariningsih menambahkan, Nganjuk identik dengan seni jaranan. Namun kesenian ini sudah lama tidak tampil.
“Kami ingin menghidupkan kembali jaranan untuk melestarikan seni dan budaya. Ke depan, kami juga berupaya menghidupkan kembali seni dan budaya lokal lainnya,” lanjutnya. (ik3/adv/tyo)
Editor : Elna Malika