NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Stok golongan darah AB di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Nganjuk menipis. Golongan darah tersebut menjadi yang paling sedikit dibandingkan golong darah lainnya.
Tercatat, stok darah golongan AB hanya tersisa 24 kantong kemarin siang. “Stok golongan darah AB paling sedikit,” ujar Kepala UDD PMI Kabupaten Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, stok golongan darah paling banyak di UDD PMI Kabupaten Nganjuk yakni O dan A.
Golongan darah O mencapai 146 kantong dan golongan darah A mencapai 49 kantong. Sementara untuk golongan darah B tercatat masih ada stok 42 kantong.
Mengetahui stok yang semakin menipis, Cholis lalu bergerak cepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan stok darah adalah dengan cara jemput bola.
Yakni menyasar ke desa-desa atau tempat keramaian menggunakan mobil donor. Selain itu, tetap membuka layanan di UDD Nganjuk. “Kemarin ada layanan unit di Desa Gondang Kulon, Kecamatan Gondang,” paparnya.
Cholis menjelaskan, pihaknya memang harus selalu memastikan ketersediaan darah dalam kondisi aman. Jangan sampai golongan darah menipis dan sulit memenuhi kebutuhan warga.
Persediaan darah yang ada di PMI Nganjuk pun tentunya juga menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di rumah sakit. Sebab, menurut Cholis, jika terlalu berlebihan stoknya akan expired.
“Sekarang juga kami lihat golongan darah yang menipis yang mana, kami punya data siapa aja pendonor yang memiliki darah itu ya kami hubungi,” jelas Cholis.
Cholis mengimbau kepada masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara rutin. Hal ini untuk membantu menjaga ketersediaan darah di UDD PMI Nganjuk.
“Donor darah aman dan bermanfaat bagi kesehatan. Ayo, kita bantu sesama dengan mendonorkan darah,” ajaknya. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika